ASEAN-Rusia, Indonesia Upayakan Kemanfaatan Kepentingan Nasional Bagi ASEAN

Presiden Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, di sela-sela KTT APEC, di Beijing, Senin (10/11/2015). (Foto: Sekretariat Kabinet)
Presiden Jokowi bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, di sela-sela KTT APEC, di Beijing, Senin (10/11/2015). (Foto: Sekretariat Kabinet)

Vientiane, MAROBS ** Indonesia terus mengupayakan seluruh kepentingan nasional untuk kemanfaatan masyarakat ASEAN. Tak terkecuali pada ASEAN-Russia Eminent Persons Group (AREPG). Hal tersebut disampaikan Eminent Person Indonesia, Duta Besar Djauhari Oratmangun, sekaligus Ketua Delegasi Republik Indonesia, pada Pertemuan pertama AREPG di Vientiane, Laos, Selasa (19-20/1/2016).

Dirilis laman Kementerian Luar Negeri, bidang yang menjadi prioritas Indonesia, antara lain kemaritiman, kerja sama menghadapi kejahatan transnasional, perdagangan dan investasi, infrastruktur, energi, transportasi, penanggulangan bencana, serta perubahan iklim dan pendidikan.

Fokus pembahasan pertemuan perdana adalah struktur dan rencana kerja penyusunan Laporan AREPG, identifikasi isu-isu prioritas, dan rekomendasi bagi penguatan hubungan kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia.

“AREPG memiliki mandat untuk melakukan review dan memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia. Untuk itu, AREPG perlu menghasilkan rekomendasi yang visioner, berorientasi aksi, feasible, konkret, realistis, dapat diimplementasikan untuk jangka waktu 5-10 tahun ke depan, dan tentunya bermanfaat,” terang Dubes Djauhari.

Pertemuan pertama AREPG menjadi pembuka bagi rangkaian Pertemuan AREPG yang dijadwalkan berlangsung 3 kali, sebelum AREPG penyerahan laporan kepada para pemimpin KTT Peringatan 20 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-Rusia di Sochi, Rusia, 19-20 Mei 2016.

AREPG kali ini menyepakati penyusunan draf pertama Laporan AREPG sebagai pembahasan utama Pertemuan kedua AREPG di Siem Reap, Kamboja, 29 Februari-1 Maret 2016. Finalisasi Laporan AREPG akan dilakukan pada Pertemuan ketiga di Moskow, Rusia, 6-7 April 2016, secara back-to-back dengan ASEAN-Russia Senior Officials’ Meeting, 4-5 April 2016.

Keanggotaan AREPG, yang mewakili Track 1,5 dan Track 2 cukup beragam, baik akademisi, pebisnis, budayawan, dan kalangan diplomatik.

Pada Pertemuan kemarin, hadir 15 Eminent Persons, mewakili 10 negara anggota ASEAN dan 5 orang mewakili Rusia, serta pejabat Sekretariat ASEAN, sebagai resource person. Setiap Eminent Person didampingi oleh seorang Asisten yang bertugas melakukan koordinasi persiapan Pertemuan AREPG.

Delegasi RI beranggotakan Dubes RI di Vientiane, Direktur Mitra Wicara dan Antar-Kawasan, pejabat/staf Direktorat MWAK, KBRI Moskow, KBRI Vientiane, serta PTRI ASEAN.

Rekomendasi Aktual

Beberapa isu dan rekomendasi yang mengemuka adalah usulan pembentukan Misi Rusia untuk ASEAN di Jakarta, penyelenggaraan KTT ASEAN-Rusia secara reguler setiap 2-3 tahun sekali, pemanfaatan ASEAN-Russia Business Council, serta kemungkinan menghubungkan kawasan Eurasia dan Asia Tenggara melalui pembentukan ASEAN-EAEU FTA.

Rekomendasi lainnya adalah mengenai perluasan kerja sama di bidang advanced technology dan industri penerbangan, serta peningkatan jumlah pelajar negara anggota ASEAN di Rusia, dan sebaliknya.

Secara khusus, Rusia menyampaikan usulan untuk dapat meningkatkan kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia pada tataran lebih tinggi, yaitu tingkat strategis. Usulan ini, secara prinsip, mendapat sambutan baik dari para Eminent Persons lain, namun tetap memerlukan kajian, pembahasan, dan pertimbangan lebih lanjut.