Era Informasi, Pangkolinlamil: Jalasenastri Berperan Penting Jaga Keharmonisan Keluarga

Tatap muka pengurus dan anggota Jalasenastri gabungan Kolinlamil di Gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil, Kamis (21/1/2016). (Foto: Dispen Kolinlamil)
Tatap muka pengurus dan anggota Jalasenastri gabungan Kolinlamil di Gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil, Kamis (21/1/2016). (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, MAROBS ** Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, para anggota istri tentara TNI AL (Jalasenastri) diharapkan dapat menggunakan teknologi dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat, sehingga tidak merugikan diri sendiri, keharmonisan keluarga, serta kepentingan kedinasan.

“Anggota Jalasenastri sebagai ibu rumah tangga agar dapat membina putra-putrinya dan mengendalikan kehidupan keluarga secara baik,” ujar Panglima Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil), Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, saat bertatap muka dengan pengurus dan anggota Jalasenastri gabungan Kolinlamil di Gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Ia memaparkan, dalam membimbing anak-anak, Jalasenastri harus kreatif dan inovatif, menerapkan pola hemat dalam keluarga juga anak-anak sedini mungkin, serta mewaspadai bahaya narkoba di lingkungan keluarga.

“Sebagai istri prajurit TNI AL, Jalasenastri agar bisa berperan sebagai istri, ibu rumah tangga, dan anggota Jalasenastri. Anggota Jalasenastri harus menerima konsekuensi segala yang ada, harus mampu menjadi pendorong bagi suami untuk meningkatkan prestasi dalam kesatuannya, dapat menjaga kondisi rumah tangga yang harmonis,” terang Pangkolinlamil.

Hal yang paling penting, sambungnya, anggota Jalasenastri harus memegang prinsip 3B, yakni Brain (Kecerdasan), Behaviour (Sikap dan Perilaku), serta Beauty (Penampilan).

“Jagalah silaturahmi antar-sesama anggota Jalasenastri tanpa memandang strata kepangkatan suami,” tegas Aan.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, Pangkolinlamil juga mengundang seorang praktisi psikologi anak, Nenden Esty Nurhayati, dari Yayasan Kita dan Buah Hati yang memberikan pencerahan tentang ‘Tantangan Mendidik Anak di Era Digital’.

Acara tatap muka ini digelar untuk menyampaikan kebijakan dan arahan pemimpin Kolinlamil serta informasi penting lain bagi para anggota Jalasenastri. Selain itu, untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan keluarga besar Kolinlamil.

“Kegiatan tatap muka untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan mempererat tali silaturahmi antar-keluarga besar Kolinlamil, juga sebagai wahana komunikasi dua arah antara anggota Jalasenastri dengan pengurusnya, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik yang pada akhirnya dapat mendukung dalam pelaksanaan tugas,” pungkas Pangkolinlamil.

Pangkolinlamil Dianugerahi Bintang Yudha Dharma Nararya

Sebelumnya, Rabu (20/1/2016), Pangkolinlamil menerima tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Nararya dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Ia menerima tanda kehormatan bersama 69 Perwira Tinggi TNI lain.

Pangkolinlamil Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menerima ucapan selamat dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai menerima tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Nararya. (Foto: Dispen Kolinlamil)
Pangkolinlamil Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menerima ucapan selamat dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai menerima tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Nararya. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma adalah sebuah tanda kehormatan yang dikeluarkan Markas Besar TNI kepada anggota yang menyumbangkan jasa bakti, melebihi dan melampaui panggilan kewajiban dalam perkembangan dan integrasi TNI.

Bintang Yudha Dharma dibagi dalam tiga kelas, yaitu Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

Pita Bintang Yudha Dharma Nararya berupa pita gantung berukuran lebar 35 mm dan panjang 55 mm, mempunyai 4 lajur. Dua lajur besar di pinggir berukuran 4 mm dan berwarna hijau, sementara dua lajur kecil di tengah berukuran 1,5 mm dan berwarna kuning.

Penganugerahan tanda kehormatan Bintang Yudha Dharma Nararya kepada Pangkolinlamil didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 90/TK/TAHUN 2015 tanggal 7 Agustus 2015.