Februari 2016, Indonesia Luncurkan Program Energi Surya 5000 MW Bernilai Investasi US$7 Miliar

Ketua Tim Percepatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), William P. Sabandar. (Foto: REDD+)
Ketua Tim Percepatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), William P. Sabandar. (Foto: REDD+)

Jakarta, MAROBS ** Pada 11-12 Februari 2016, berkolaborasi dengan dunia internasional, Pemerintah Indonesia berencana meluncurkan program 5000 megawatt (MW) energi surya bernilai investasi US$7 miliar, saat Bali Clean Energy Forum (BCEF).

Bersamaan dengan itu, akan dilakukan pula, peluncuran Centre of Excellence Energi Bersih, virtual lounge.

BCEF ditargetkan mampu menjadi titik awal Indonesia untuk mulai melibatkan dunia internasional dalam upaya pengembangan energi bersih.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Menteri ESDM, telah mengirimkam undangan kepada 81 Menteri Energi untuk menghadiri acara tersebut,” ujar Ketua Tim Percepatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), William P. Sabandar, di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Selasa (22/12/2015), dirilis Kementerian ESDM.

Ia menjelaskan, BCEF mengundang para pemimpin negara, pemimpin bisnis, dan ahli, untuk bersama-sama berdiskusi, merumuskan apa yang harus dilakukan agar gap teknologi di bidang energi bersih dapat dihilangkan.

Selain itu, sambungnya, BCEF dapat mewujudkan pusat data informasi energi bersih, proyek-proyek yang dipantau dan difasilitasi, serta menjadi tempat kolaborasi pembelajaran seputar pengembangan energi bersih di masa depan.

“Kolaborasi transfer energi yang cepat kita lakukan, karena untuk mendapatkan target energi nasional 23 persen untuk mencapai target COP 21 atau komitmen energi bersih kita, dibutuhkan revolusi teknologi dan inovasi. Jika tidak maka tidak dapat mencapai itu,” terang William.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Sudirman Said, mengatakan, BCEF diharapkan semakin mendorong Indonesia untuk melakukan reformasi di bidang finansial energi, teknologi, dan sumberdaya manusia.

“Pekerjaan rumah terbesar kita adalah me-reform aturan, seperti aturan tarif,” pungkasnya.

Ekonomi Maritim Berdaya Dukung Energi Bersih

Energi bersih menjadi daya dukung penting perekonomian maritim. Kementerian ESDM tengah mengembangkan model pembangunan infrastruktur energi dan listrik untuk kluster ekonomi maritim.

“Kementerian ESDM mengembangkan model pembangunan infrastruktur energi dan listrik untuk kluster ekonomi maritim yang sementara ini telah dibangun proyek percontohan di beberapa wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. Salah satunya adalah Aceh Jaya,” ungkap Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, FX Sutijastoto, saat Perayaan Hari Nusantara, di Pendopo Gubernur Provinsi Aceh, Banda Aceh, Minggu (6/12/2015).

Menurutnya, proyek percontohan diharapkan dapat dikembangkan di wilayah-wilayah lain, terutama di wilayah pesisir serta pulau-pulau kecil dan pulau-pulau terdepan.

Ia mengatakan, Kementerian ESDM mendukung pembangunan techno park di Provinsi Aceh yang akan menjadi contoh pengembangan ekonomi maritim berdaya dukung energi bersih.

“Selain itu, kita juga akan mendukung pembangunan techno park di wilayah Aceh yang merupakan kerja sama dengan Kemenko Maritim dan Kemenristek. Insyaallah, nanti, 2016, techno park ini bisa terbangun dan menjadi percontohan, bagaimana ekonomi maritim didukung oleh energi bersih, yaitu tenaga surya dan tenaga angin,” papar Sutijastoto.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Nusantara ke-15, tambahnya, pemerintah telah membangun jaringan listrik di kawasan Pelabuhan Lampulo, termasuk penerangan lampu surya.

“Insyaallah, akan ada pembangungan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk Lampulo,” pungkasnya.