Haryo Adjie Nogo Seno: Ekspor Kapal Perang Bisa Sasar Negara Berkembang

Haryo Adjie Nogo Seno. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Haryo Adjie Nogo Seno. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Jakarta, MAROBS ** Negara-negara berkembang dinilai potensial menjadi sasaran pasar ekspor kapal perang, setelah PT PAL berhasil meluncurkan Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.

“(Ekspor kapal perang) sangat potensial, terutama ke negara-negara yang berkategori negara berkembang, dengan status kekuatan alutsistanya masih berada di bawah Indonesia, dan punya kocek budget terbatas,” ujar pengamat alutsista Haryo Adjie Nogo Seno, Kamis (21/1/2016), di Jakarta.

Menurutnya, mengapa Filipina tertarik memesan kapal perang jenis SSV, karena melihat kualitas pengerjaan kapal PT PAL selama ini, lokasi manufaktur yang tidak jauh dari Filipina, serta terkait politik, misalnya untuk pendekatan strategi bilateral, serta yang tak kalah penting, soal harga.

Ia mengatakan, kerja sama PT PAL-Kemhan Filipina dapat terus terjaga, bila kedua pihak saling mengetahui kebutuhan pasar dan bisa menjaga kualitas, serta harga yang terjangkau.

“Proyeksi ke depan, saya kira PT PAL akan terpacu untuk membuat kapal perang dengan teknologi lebih canggih dan tonase lebih besar. Lain dari itu, PT PAL kian dipercaya oleh mitra galangan kapal internasional untuk melakukan kerja sama dan transfer of technology (ToT),” ungkap Adjie.

Keberhasilan PT PAL ini, tambahnya, akan membangun kecenderungan baru tentang pendapat bahwa ternyata galangan kapal nasional bisa hidup, bila memproduksi kapal perang, salah satunya.

Bagi TNI AL, bertambahnya 1 unit kapal perang, dengan syarat sekelas korvet, terang Adjie, dapat meningkatkan kapasitas alutsista laut sebesar 10 persen.

“Secara umum, kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) atau Guided Missile Frigate sudah lumayan ideal dengan teknologi paling maju bagi TNI AL saat ini. Yang kurang adalah beberapa sistem senjata utama yang belum terpasang saat diluncurkan kemarin,” ucap Adjie.

Pasar Timur Tengah

PT PAL dapat pula menyasar pasar Timur Tengah. Pengamat industri maritim, Ika Prasetyawan, peluang itu tengah diupayakan Presiden Joko Widodo.

Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV) buatan PT PAL Indonesia. (Foto: Humas Kemenko Maritim)
Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV) buatan PT PAL Indonesia. (Foto: Humas Kemenko Maritim)

“Presiden Jokow​i​ pernah melakukan kunjungan ke UEA sekitar September 2015 untuk mempromosikan alutsista kita ke negara-negara Arab. Mudah-mudahan saja PT PAL mendapat peluang masuk ke pasar di sana,” tuturnya.

Senada itu, analis teknologi perkapalan, Achmad Fadjar, memandang, Indonesia berpeluang untuk berjualan kapal perang ke negara-negara Timur Tengah.

“Pada saat Iran diembargo, kapal-kapal patroli mereka dibuat oleh beberapa galangan Singapura. Sekarang dengan dibukanya embargo, seharusnya bisa lebih agresif pemasarannya,” katanya.