Jakarta Diserang, Menpar: Kunjungan Wisata Berjalan Normal

Salah satu destinasi favorit wisata maritim, Pantai Kuta. (Foto: Kuta Beach Hostel)
Salah satu destinasi favorit wisata maritim, Pantai Kuta. (Foto: Kuta Beach Hostel)

Jakarta, MAROBS ** Pasca-diserangnya Jakarta, kunjungan wisatawan asing tetap berjalan normal. Bukan hanya Jakarta, Great Batam-Bintan, Bali, dan Jogja pun aman terkendali. Insiden Bom Sarinah tidak begitu mempengaruhi preferensi wisatawan.

“Saya monitor detik per detik, sampai dengan malam ini, tidak ada cancel sama sekali. Bali sangat aman, dan tidak terpengaruh oleh suasana 5 jam di ibu kota itu. Saya juga mengecek kawan-kawan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) di Jakarta. Suasananya juga oke, aman, kembali normal,” ujar pemilik Radana Hotel Kuta Bali, Reiner Daulay, kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya, Kamis malam (14/1/2016), dirilis Kemenpar.

Begitu insiden terjadi, Daulay membuat tulisan yang dikirim ke partner dan koleganya di berbagai belahan dunia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia, termasuk Bali, aman.

“Sebagai pelaku industri pariwisata, saya sebarkan info, yang intinya, kita tidak boleh takut. Saya juga mengimbau pada pimpinan negara tetangga, untuk tidak perlu mengeluarkan travel warning. Saya kirimkan juga ke semua kawan, tidak perlu panik, tidak perlu takut,” terangnya.

Ketua Bali Hotel Association (BHA), Robert Kelsell, menegaskan hal sama.

“Bali oke, tidak ada cancel, aman-aman saja. Semua berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Selain Bali, Batam juga aman terkendali. Bahkan saat ini sedang ramai dikunjungi turis dari Korea Selatan dan Singapura.

“Mereka nyaman-nyaman saja, tidak terpengaruh dengan kejadian di Jakarta. Yang harus kita lakukan adalah jangan sembunyi ke dalam. Justru kita harus berani promosi gencar ke keluar,” tutur GM Batam View Hotel, Andy Fong.

Kota Gudeg, Jogja, mengabarkan optimism sama. Praktisi perhotelan di Jogja, Erny Kusmastuty, menjelaskan bahwa Jogja aman-aman saja.

“Lebih serem melihat stasiun TV yang live menyiarkan insiden Thamrin, daripada suasana yang sesungguhnya. Sejauh ini aman-aman saja. Tidak ada gejolak apa-apa di Jogja. Saya coba kontak kawan-kawan di Jakarta, mereka cerita kalau peristiwanya hanya terlokalisasi di Thamrin saja. Satu titik saja,” paparnya.

Sementara Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Didien Djunaidi, mengatakan, saat ini suasana telah normal. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata agar memberi tahu partner-nya di luar negeri bahwa kondisi Indonesia aman.

“Dengan begitu, proses recovery-nya bisa lebih cepat,” ucap Didien.

Hasil Pengecekan Hotel

Hingga pukul 22.00, Menpar masih memimpin Rapat Tim Crisis Center di Kemenpar. Ia berusaha memastikan, situasi aman terkendali.

“Aman! Semua sudah berjalan normal. Tidak ada pembatalan, baik dari maskapai penerbangan, perhotelan, dan travel agent ke Jakarta. Kami sudah mengecek 14 hotel di sepanjang Jalan Thamrin – Sudirman, tidak ada tamu mempercepat check out. Semua confidence, suasana sudah pulih,” terang Arief.

Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Jakarta, Hasyiana S. Ashadi memperjelas pernyataan Menpar. Menurutnya, turis-turis asing yang telah reservasi di hotel-hotel Jakarta, tidak ada yang cancel.

Hotel yang paling dekat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sari Pan Pacific Hotel, pun aman.

“Tamu-tamu tidak ada yang complain, tidak ada yang mempercepat kepulangan, apalagi eksodus? Yang sudah reservasi pun tidak ada yang cancel,” kata BOD Sari Pan Pacific Hotel, Herry Lukman.