Lisa Mudar, Bila Limbah Pasar Mujarab sebagai Pakan Ikan

Priyandaru Agung dan pelet ikan Lisa Mudar temuannya. (Foto: Kurnia Widi Tetuko)
Priyandaru Agung dan pelet ikan Lisa Mudar temuannya. (Foto: Kurnia Widi Tetuko)

Malang, MAROBS ** Republik berbangga pada kecerdasan generasi mudanya. Adalah Priyandaru Agung, seorang penemu pakan ikan (pelet) dari limbah pasar. Temuannya mampu menekan ongkos pengeluaran para pembudidaya untuk berhemat lebih dari 50 persen dibanding bila mereka harus membeli pakan ikan pabrikan.

Daru, begitu ia akrab disapa, berhasil menemukan terobosan solutif alternatif produksi pelet yang ia namai Lisa Mudar (Limbah Pasar Murah dan Bergizi).

“Bahan utamanya ialah kubis dan sawi untuk kemudian difermentasi melalui Lactic Acid Bacteria (Bakteri Asam Lakta /BAL) sebagai starter. Hasil dari fermentasi ini lantas diformulasikan dengan tepung ikan, tepung kedelai, dan dedak,” ujarnya beberapa waktu lalu, di Malang.

Menurutnya, kandungan protein Lisa Mudar mencapai 30 persen dengan harga per kilogramnya hanya Rp6.500.

“Sementara pakan ikan konvensional hanya memiliki kandungan protein 14 persen dengan harga mencapai Rp12 ribu per kilogramnya,” tutur Daru.

Tidak heran bila lulusan Fakultas Ilmu Perikanan Universitas Brawijaya ini ibarat Dewa Penolong bagi kaum nelayan dan pembudidaya ikan.

Genius kelahiran Jember ini memulai langkah kreatifnya dengan melakukan beberapa survei dan penelitian dengan biaya sendiri. Survei yang ia lakukan di wilayah Nganjuk, Lamongan, dan Banyuwangi menghasilkan temuan lapang bahwa masalah mendasar dari para pembudidaya ikan adalah harga pakan ikan yang terlalu mahal.

Pemuda gagah 26 tahun dan Runner Up Diplomat Success Challenge ini sempat melaporkan temuannya kepada dinas terkait untuk memecahkan masalah mendasar tersebut. Nihilnya respon dari dinas terkait membuatnya mengambil langkah mandiri, yaitu dengan melakukan semua survei dan penelitian dengan biaya sendiri.

Walau sempat mengalami kegagalan sampel belasan kali, akhirnya pemuda tangguh itu berhasil menemukan bahan utama pakan ikan dari limbah pasar, yaitu kubis dan sawi.

Pengembangan

Kini, di bawah bendera CV Aquagro yang didirikannya, perlahan tapi pasti, ia akan terus melanjutkan cita-citanya. Jiwa sosial dan kepeduliannya yang tinggi terhadap nasib para pembudidaya kecil menengah mulai tampak hasilnya. Selain kesejahteraan ekonomi yang meningkat berkat kerja kerasnya, pihak Universitas Brawijaya mengganjar Daru dengan lulus tanpa skripsi.

Priyandaru Agung adalah potret bakat pemuda maritim Indonesia yang belum hilang dari tanah leluhur para pelaut ini. Kerja keras dan semangat juang tinggi yang ditunjukkannya menjadi bukti sahih bahwa Nusantara tidak hanya kaya pesona dan sumberdaya alamnya, akan tetapi juga sumberdaya manusia unggul. Nusantara belum kehilangan sentuhan magisnya untuk kembali mencapai peradaban maritim yang tangguh.