One Map Policy, BIG Gelar Workshop Status Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial

Kepala BIG, Priyadi Kardono, dalam FGD bertajuk ‘Kebutuhan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Program Nawacita’ pada Jumat (30/10/2015), di Hotel Best Western Premiere The Hive Jakarta. (Foto: Humas BIG)
Kepala BIG, Priyadi Kardono, dalam FGD bertajuk ‘Kebutuhan dan Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mendukung Program Nawacita’ pada Jumat (30/10/2015), di Hotel Best Western Premiere The Hive Jakarta. (Foto: Bidang Promosi dan Kerja Sama BIG)

Cibinong, MAROBS ** Senin (25/1/2016), Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar Workshop Internal seputar status pengelolaan dan penyebarluasan informasi geospasial di Aula Utama BIG, Cibinong.

“Banyak pihak, baik pusat maupun daerah, yang meminta data ke BIG. Bagaimana kesiapan dan ketersediaan data di BIG dalam memenuhi permintaan ini? Untuk itu, acara workshop ini diadakan,” ujar Kepala BIG, Priyadi Kardono, saat membuka acara, dirilis Bidang Promosi dan Kerja Sama BIG.

Secara tujuan, sambungnya, penyelenggaraan workshop untuk menyamakan persepsi dan pemahamaan atas permasalahan implementasi Informasi Geospasial (IG) Terpadu dan pemanfaatan Ina-Geoportal untuk para pengguna data dan informasi geospasial secara nasional, khususnya di lingkungan BIG.

Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebaran Informasi Geospasial (PPIG) BIG, Khafid, mengatakan, ketersediaan Data Geospasial (DG) dan Informasi Geospasial (IG) yang siap pakai di BIG harus segera dituntaskan, untuk memenuhi kebutuhan nasional. Karena itu, perlu didorong pemanfaatan DG dan IG secara maksimal.

“Dengan demikian, urgensi ketersedian DG dan IG siap pakai dapat dirasakan pihak-pihak produsen DG dan IG. Slogan Bersama Menata Indonesia Menjadi Lebih Baik harus segera dimulai dari BIG dengan berkomitmen menyediakan DG dan IG siap pakai. Demikian juga fasilitas infrastruktur IG harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik untuk keperluan internal BIG maupun untuk Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah,” paparnya.

Sementara Deputi Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG), Yusuf Surachman Djajadihardja, menyatakan, seiring banyaknya pertanyaan oleh pimpinan dan pusat-pusat teknis di lingkungan BIG tentang Status dan implementasi Pengelolaan data Penyebarluasan Informasi Geospasial maka Workshop Internal ini diadakan, untuk memberikan informasi dan pemahaman yang sama tentang infrastruktur, baik hardware maupun software dalam rangka menyukseskan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy).

Berpindah Kementerian

BIG telah berganti koordinasi, dari semula di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), menjadi di bawah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

BIG pun berbenah dengan mempersiapkan dan mengkondisikan produk-produk BIG agar layak dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan nasional. Hal tersebut terkait pula dengan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), yakni satu referensi, satu standar, satu basis data, dan satu geoportal.

Sejumlah pembicara hadir dalam workshop kali ini. Kepala Bidang Teknologi Informasi & Komunikasi Geospasial membawakan presentasi tentang ‘Infrastruktur Informasi Geospasial di BIG’.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pengelolaan Data IG membawakan presentasi tentang ‘Design IG-Terpadu dalam Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial’.

Sementara Kepala Bidang Penyebarluasan IG mempresentasikan tentang ‘Design Penyebarluasan Informasi Geospasial (Layanan Data dari Ina-Geoportal dan Pengembangan Aplikasi)’.

Sejumlah tim teknis dari PPIG juga mempresentasikan sejumlah tema, yakni Demo IG-Terpadu, Demo Ina-Geoportal, Optimalisasi Pemanfaatan Email @big.go.id, dan Geospatial Support Command Center (GSCC).