31 Negara Bakal Hadiri Perencanaan Final Multilateral Naval Exercise Komodo 2016

KRI Banda Aceh-593. (Foto: Dispen Kolinlamil)
KRI Banda Aceh-593. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, MAROBS ** Pada 16-17 Februari 2016, 31 negara akan menghadiri Final Planning Conference (FPC) persiapan kegiatan International Fleet Review (IFR) 2016, 2nd Multilateral Naval Exercise, dan 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016, di Padang, 17-20 Februari 2016.

Mereka adalah Australia, Banglades, Brasil, Brunei Darussalam, Kamboja, Chili, Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Belanda, Peru, Filipina, Papua Nugini, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Srilangka, Thailand, Timor Leste, Inggris, Amerika Serikat, Vietnam, India, dan Uni Emirat Arab.

“FPC akan membahas perencanaan Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016 untuk bulan April 2016 di Padang dan Kepulauan Mentawai,” ujar Kepala Dispen Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea, Kamis (11/2/2016).

Ia menjelaskan, latihan Angkatan Laut dari negara-negara yang berbeda secara historis ini akan bekerja sama dalam skenario latihan, mulai misi bantuan kemanusian seperti Medical Civic Action Project (MEDCAP) dan Engineering Civic Action Project (ENCAP), serta rencana latihan dalam Maritime Peace Keeping Operation (MPKO).

FPC merupakan kelanjutan Initial Planning Conference (IPC) yang dihadiri 24 negara, di Hotel Borobudur Jakarta, Juni 2015. Selanjutnya, tahap Mid Planning Conference (MPC) di Hotel Kartika Bali, Oktober 2015.

Site survey di Padang dilaksanakan 15-17 Februari 2016. FPC merupakan persiapan akhir sebelum pelaksanaan Komodo Exercise 2016.

KRI Banda Aceh-593

Salah satu kapal perang jajaran Kolinlamil, KRI Banda Aceh 593, turut dalam FPC. Meski masih dalam kategori kapal baru, kapal ini telah mendapatkan penghargaan sebagai KRI Berpredikat Operasional Tertinggi Tahun 2014.

Penghargaan tersebut didapat, karena KRI Banda Aceh mampu berlayar dalam waktu paling panjang dibandingkan KRI milik TNI AL lainnya.

“Kapal ini pernah hampir selama tiga bulan non-stop berlayar terus, enggak pulang-pulang,” kata Komandan KRI Banda Aceh-593, Letkol Laut (P) Edi Haryanto.

Selain itu, KRI Banda Aceh-593 telah mengikuti latihan bersama kapal-kapal perang dari berbagai negara dalam ajang Multilateral Rim of the Pacific (Rimpac) 2014. Ajang latihan rutin setiap dua tahun itu digelar Armada Ketiga US Navy dengan negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dan meluas cakupannya dengan melibatkan negara-negara di Asia Tengara.

KRI Banda Aceh-593 juga mendukung kegiatan sosial, seperti Ekspedisi Bhakti Kesejahteraan Rakyat (Bhakesra) 2015 yang menjangkau pulau-pulau kecil di wilayah timur Indonesia, seperti Pulau Muna (Raha), Pulau Wawoni, Pulau Banggai, dan Togean (Wakai).

Kapal perang berjenis Landing Platform Dock (LPD) ini berukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter, dengan berat kapal mencapai 7.286 ton, berkecepatan maksimum 15 knot, dan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

KRI Banda Aceh-593 digunakan untuk menunjang tugas dan operasi TNI AL, di antaranya Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier 20 Tank, 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, combat vehicle 22 unit, 3 unit meriam Howitzer, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel.

Untuk persenjataan perang, KRI Banda Aceh-593 dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.