Buru Tender Pembangunan Kapal Selam Australia Generasi Baru, Jepang Siap Bagi Teknologi Rahasia

Kapal selam Kelas Collins Australia. (Foto: The Australian)
Kapal selam Kelas Collins Australia. (Foto: The Australian)

Canberra, MAROBS ** Berburu tender pembuatan desain dan pembangunan kapal selam Australia generasi terbaru, Pemerintah Jepang berkomitmen membagi teknologi rahasianya. Biasanya, mereka melakukan hal tersebut hanya kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Dengan pertimbangan bahwa Australia adalah sekutu loyal bagi mereka, Jepang tidak segan membuka rahasia teknologi pembuatan kapal selam, bila memenangi kontrak.

“Kami akan berbagi teknologi rahasia ini dengan Australia,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Jepang, Kenji Wakamiya, dirilis Daily Mail, menurut laporan surat kabar The Australian, Senin (8/2/2016).

Kesediaan Tokyo untuk berbagi teknologi rahasia untuk kapal selam, sambungnya, menunjukkan pentingnya upaya penjagaan keamanan kawasan.

“Harap juga mengakui bahwa keputusan ini didasarkan pada pandangan Jepang terhadap Australia sebagai mitra yang sangat penting. Dan saya percaya, proyek bersama membangun kapal selam baru akan berkontribusi besar pada keselamatan maritim di kawasan,” tutur Wakamiya.

Proyek senilai US$36 miliar itu akan menggantikan kapal selam Kelas Collins yang akan pensiun sekira 2026 . Kini, proses tender telah ditutup, menyisakan tiga perusahaan raksasa, yakni DCNS Prancis, TKMS Jerman, dan Pemerintah Jepang.

Selain cocok dengan jangkauan dan daya tahan Kelas Collins, kapal selam Australia generasi terbaru diharapkan dapat menawarkan kinerja sensor yang unggul dan memiliki kemampuan siluman.

Akhir tahun lalu, Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani mengemukakan sentimen serupa bahwa Tokyo dapat membantu kepastian keamanan maritim di Asia-Pasifik.

Ia menyinggung pentingnya sekutu, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, yang bekerja sama menghadapi peningkatan kemampuan militer Tiongkok.

Kematian Galangan Australia

Apabila kontrak pembangunan kapal selam Australia jatuh kepada Jepang, Tiongkok tentu akan marah. Selain itu, bisa mematikan industri galangan kapal angkatan laut Australia, terutama Australian Submarine Corporation (ASC) di Adelaide.

Meski demikian, tawaran Jepang memang menggiurkan. Kini mereka mengoperasikan 5 kapal selam Kelas Soryu, 1 unit masih menjalani uji coba laut, dan 2 unit lainnya masih dibangun dari rencana total 10 unit.

Mereka mengusung Sistem Propulsi Udara Independen (AIP) Swedia yang super ‘silent’. Soryu dapat terus menyelam selama dua minggu, lebih lama dari kebanyakan kapal selam diesel listrik saat ini, dan memiliki jangkauan 6.100 mil laut. Teknologi lapisan anechoic (semacam ubin) pada lambungnya akan mengurangi deteksi radar.

Soryu sukses dioperasikan Angkatan Laut Bela Diri Jepang sejak 2009. Pemerintah Australia bisa jadi tertarik karena harganya yang murah, yaitu sekira US$25 miliar untuk 12 kapal selam Kelas Soryu.