Gerak Cepat Humas Pemerintah, Pelindo I Tegaskan Komitmen Sinergi Stakeholders

ACS Humas Pelindo I M. Eriansyah (paling kanan) bersama Kepala Staf Presiden  Teten Masduki di Istana Negara, usai Arahan Presiden kepada Humas Pemerintah, Kamis (4/2/2016). (Foto: Humas Pelindo I)
ACS Humas Pelindo I M. Eriansyah (paling kanan) bersama Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana Negara, usai Arahan Presiden kepada Humas Pemerintah, Kamis (4/2/2016). (Foto: Humas Pelindo I)

Medan, MAROBS ** Humas PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I menegaskan komitmen untuk bersinergi dengan para pemangku kepentingan kepelabuhanan (stakeholders). Komitmen tersebut sebagai respons atas instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang gerak cepat Humas Pemerintah.

“Dalam rangka memberikan pengarahan dan pemahaman terhadap pelaksanaan program Pemerintah, Presiden Jokowi mengundang para Humas Pemerintah yang berasal dari Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dan BUMN, pada Hari Kamis (4/2/2016), bertempat di Istana Negara Jakarta,” ujar ACS Humas Pelindo I, M. Eriansyah.

Pada kesempatan itu, Humas Pelindo I menjadi salah satu undangan yang hadir, mendengarkan arahan Presiden Jokowi.

“Jangan membalikkan dan jangan lagi saya mendengar bahwa masyarakat menemui Humas saja sulit. Padahal, kita yang harus mencari mereka (masyarakat) untuk memberikan informasi. Gunakan cara-cara baru dalam menyampaikan informasi, tinggalkan pola-pola lama,” tutur Eriansyah menirukan Presiden.

Presiden mencontohkan penenggelaman kapal ilegal. Presiden meminta, bukan hanya berita kapalnya yang diangkat.

“Jelaskan bahwa kita bertindak tegas dalam menghadapi kapal penangkap ikan ilegal,” kata Jokowi.

Misal lain di bidang perminyakan adalah bagaimana pemerintah dapat membubarkan Petral yang telah ada selama puluhan tahun.

“Harus ada penjelasan, karena merupakan sesuatu yang sangat besar sekali. Kenapa Petral bubar dan akhirnya rakyat dapat apa” ucap Presiden.‎

Melibatkan Masyarakat

Eriansyah mengatakan, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pelibatan masyarakat. Presiden  memberi contoh cara baru dalam berkomunikasi, misalnya dengan mulai melibatkan masyarakat dalam program pemerintah maupun BUMN. Misalnya pemberian nama jalan tol, bandara, atau pelabuhan.‎

Presiden meminta humas-humas yang ada di Kementerian/Lembaga dan BUMN untuk bergerak lebih cepat dan lebih memiliki kepekaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

“Kesampingkan ego sektoral, kedepankan kebersamaan dan sinergi. Jangan hanya fokus pada masalah-masalah yang ada di kementeriannya saja,” tegas Presiden.

Terlebih lagi saat ini, Presiden mengingatkan, Indonesia memasuki era persaingan dan kompetisi. Kompetisi yang dihadapi adalah kompetisi antar-negara. Untuk itu, Presiden mengingatkan pentingnya persepsi yang disampaikan Humas Pemerintah.

“Apa goal terakhir dari persepsi sebuah image? Ingin ada trust (kepercayaan) dari rakyat, dari dunia,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa persepsi positif suatu negara diperlukan untuk menunjukkan bahwa negara itu layak menjadi tujuan pariwisata dan investasi. ‎‎

“Saat ini, Pelindo I dalam upaya  meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus-menerus. Kami telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga, sehingga produktivitas lebih efektif dan efisien,” pungkas Eriansyah.