Industrial Gateway Port, Denmark Jajaki Peluang Investasi Pelabuhan Kuala Tanjung

Duta Besar Denmark, Casper Klynge, berkunjung ke Pelindo I. (Foto: Humas Pelindo I)
Duta Besar Denmark, Casper Klynge, berkunjung ke Pelindo I. (Foto: Humas Pelindo I)

Medan, MAROBS ** PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I akan mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Industrial Gateway Port, yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri. Pengembangan dilakukan dalam 4 tahap.

Tahap I pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap II pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3000 Ha (2016-2018), tahap III pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port (2017-2019), dan tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Berdasarkan market assessment, ada beberapa industri potensial yang akan dikembangkan di Kuala Tanjung, seperti food cluster seperti makanan olahan dan minuman ringan, alumunium dan produk turunannya, logam dan baja berikut produk turunannya, manufacturing cluster, biofuel dan produk turunannya, industri semen, dan lainnya.

“Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki lokasi yang sangat strategis di Selat Malaka dan telah ditetapkan sebagai Hub Port di Indonesia bagian barat. Pembangunannya ditargetkan selesai pada akhir 2016 ini,” ujar Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana, saat menerima kunjungan Duta Besar Denmark, Casper Klynge, Rabu (17/2/2016), di Kantor Pusat Pelindo I.

Melalui pertemuan ini, Bambang berharap, Dubes Denmark dapat mempromosikan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung kepada komunitas bisnis di Denmark dan mengajak mereka untuk berinvestasi di Kuala Tanjung.

Dubes Denmark menyambut baik program pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung dan berniat untuk menjajaki peluang bisnis di Sumatera Utara, khususnya di bidang maritim.

“Pemerintah Denmark saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Indonesia, yakni di bidang maritim, karena Denmark kuat di bidang maritim dan bidang maritim di Indonesia saat ini juga sedang berkembang,” tutur Klynge.

Poros Maritim Dunia

ACS Humas Pelindo I, Fiona Sari Utami, menambahkan, pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia melalui program Tol Laut dengan mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Oleh karena itu, pengembangan Kuala Tanjung berarti mengembangkan Indonesia. Tidak hanya untuk meningkatkan kinerja logistik, tetapi untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Pelindo I memiliki wilayah operasi meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan, dan Riau Kepulauan, serta mengelola 14 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/perwakilan, dan 4 unit usaha yaitu BICT (Belawan International Container Terminal), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal), RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) dan Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB).

Pelindo memiliki 5 Anak Perusahaan, yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), dan PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK).

“Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama ekspor CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui Pelabuhan Belawan dan Dumai,” papar Fiona.