Jajaki Kerja Sama, Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia Kunjungi Pindad

Pinmarine PT Pindad untuk KRI Teluk Bintuni TNI AL. (Foto: Humas PT Pindad)
Pinmarine PT Pindad untuk KRI Teluk Bintuni TNI AL. (Foto: Humas PT Pindad)

Bandung, MAROBS ** Banyak kalangan mengira, PT Pindad (Persero) hanya menghasilkan produk militer. Padahal, sejak puluhan tahun lalu, Pindad juga memproduksi produk komersial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Alat Berat PT Pindad, Wawan Mustofa, saat menerima rombongan Perhimpunan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI), di Auditorium Gedung Direktorat, Bandung, Kamis (18/2/2016).

“Sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap Pindad adalah instalasi militer yang hanya bergerak di bidang pertahanan dan keamanan, padahal sudah lama kami bergerak di produk komersial,” katanya dirilis Humas PT Pindad.

Selain senjata, munisi, dan kendaraan khusus, PT Pindad juga menghasilkan beberapa produk komersial, seperti generator, alat peralatan kapal laut, serta perintisan lini produksi alat berat Pindad Excava 200.

Wawan mengatakan, PT Pindad menerima kedatangan PIKKI dengan tangan terbuka.

Rombongan PIKKI mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad, seperti produk pinmarine, ekskavator, Departemen Permesinan, dan produk-produk kendaraan khusus.

Ketua Umum PIKKI, Ekky Komarrudin, menuturkan, PIKKI menaungi lebih dari 50 perusahaan produsen komponen kapal Indonesia. Pihaknya menginisiasi celah-celah kerja sama yang bisa dijalin dengan PT Pindad.

“PT Pindad memiliki pengalaman yang cukup mendalam terhadap industri perkapalan. Tentunya banyak sekali potensi kerja sama dan sinergi yang bisa dilakukan dengan PIKKI,” ucapnya.

PIKKI adalah perhimpunan di bawah naungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Kunjungan memberi harapan pada sinergi yang lebih baik antara industri-industri dalam negeri, khususnya di bidang perkapalan serta untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk-produk yang dihasilkan.

Kunjungan Iperindo

Pada Rabu (29/2015), PT Pindad menerima kunjungan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) dalam rangka membicarakan kesiapan PT Pindad dalam menghadapi tender-tender kapal negara.

Pintu kerjasama antara pihak IPERINDO dengan PT Pindad dalam produk-produk deck machinery diharapkan dapat terbuka.

“Dalam kapal milik negara, yang diutamakan adalah produksi dalam negeri dan diharapkan Pindad dapat membantu kami dalam produksi crane dan beberapa produk lain secara tepat waktu dan harga yang kompetitif, sehingga yang diharapkan kita maju bersama dalam mengembangkan dunia maritim Indonesia,” kata Sekretaris Umum IPERINDO, Edwin Nugraha.

Pinmarine

PT Pindad mendukung performa TNI AL melalui Produk Alat Peralatan Kapal Laut (APKL) dari Divisi Mesin Industrial yang diberi label ‘Pinmarine’, melengkapi keperkasaan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) KRI Teluk Bintuni-520, Rabu (17/6/2015), di dermaga PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung.

“Kepercayaan pihak DRU dan TNI AL bagi produk APKL kami merupakan pertanda baik keberpihakan Pemerintah kepada industri dalam negeri sudah terlihat. Secara bisnis, hal ini merupakan hal yang membanggakan bagi kami, karena produk industrial perusahaan pun, kini dipercaya untuk digunakan, tidak terbatas produk pertahanan dan keamanan saja,” papar Direktur Operasional Produk Industrial PT Pindad, Wahyu Utomo.

KRI Teluk Biruni-520 produksi PT DRU berbobot 2.300 ton, dengan panjang 120 meter, lebar 18 meter, serta tinggi 11 meter. KRI ini dirancang sesuai tugas yang diembannya, yaitu membawa 10 unit main battle tank (MBT) Leopard milik TNI Angkatan Darat yang berbobot mencapai 62,5 ton.

Produk-produk Pinmarine, seperti combination windlass, snatch winch, turntable, cargo hose crane, dan manual slewing crane dipasang untuk memenuhi tuntutan tugas tersebut.

Dari beberapa produk Pinmarine, snatch winch dan turntable dirancang khusus dengan kapasitas hingga 90 ton—merupakan kapasitas tertinggi—untuk memenuhi tuntutan tugas KRI Teluk Biruni.