Letkol Laut (P) Salim: LTS Potensial Menjadi Trouble Spot Kedua Dunia Setelah Timur Tengah

HADIRI KTT AS-ASEAN - Presiden Jokowi tiba di Indian Wells, California, Amerika Serikat, pukul 17.49 waktu setempat (14/2/2016). (Foto: Setkab)
HADIRI KTT AS-ASEAN – Presiden Jokowi tiba di Indian Wells, California, Amerika Serikat, pukul 17.49 waktu setempat (14/2/2016). (Foto: Setkab)

Jakarta, MAROBS ** Pabandya Gunkuat Sops TNI/Mabes TNI, Letkol Laut (P) Salim, berpandangan, apabila eskalasi konflik makin memanas, Laut Tiongkok Selatan (LTS) dapat menjadi trouble spot kedua di dunia, setelah Timur Tengah.

“Situasi ini dapat memicu terjadinya Perang Dunia III atau pemicu tetap konflik Timur Tengah (Suriah) dan merembet ke LTS,” ujarnya, pagi ini, Senin (15/2/2016), di Jakarta.

Ia menjelaskan, Amerika Serikat akan terus memainkan peranannya sebagai penyeimbang kekuatan di LTS dengan luas wilayah 3,5 juta kilometer persegi dan mengandung 10 persen tangkapan ikan global serta 60 persen perdagangan dunia atau senilai US$ 5 triliun per tahun.

“Keseimbangan politik dan keamanan di kawasan ini menjadi sangat vital dengan kehadiran negara-negara major power, khususnya Amerika yang memiliki kepentingan di LTS,” ungkap penulis buku Kodrat Maritim Nusantara tersebut.

Sementara Tiongkok, sambungnya, tetap bersikukuh dengan peta The nine-dash line tahun 2009, di mana RRT menyatakan telah memiliki Sovereignty over the islands and their adjacent waters. Untuk memperkuat klaim tersebut, RRT telah melakukan military build-up di kawasan.

Melihat situasi terkini, Salim berpendapat, dengan politik bebas aktif, memberikan ruang bagi Indonesia sebagai balancing power dik awasan untuk membangun kerja sama dengan negara-negara lain dan memelihara kondisi politik dan keamanan, sekaligus menciptakan power equilibrium di kawasan LTS maupun dlm perspektif global.

Pabandya Gunkuat Sops TNI/Mabes TNI, Letkol Laut (P) Salim. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Pabandya Gunkuat Sops TNI/Mabes TNI, Letkol Laut (P) Salim. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

“Indonesia dapat mendorong negara-negara internasional untuk aktif mencegah eskalasi, karena konflik akan dapat mengganggu keselamatan pelayaran dan perdamaian dunia,” pungkasnya.

KTT AS-ASEAN Bahas Serius LTS

Hari ini hingga besok digelar para pemimpin Amerika Serikat dan ASEAN bertemu dalam KTT AS-ASEAN di California, Amerika Serikat. Salah satu pembahasan krusial adalah keamanan kawasan, yakni situasi terakhir LTS.

Sesaat sebelum meninggalkan Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia akan mengusung tema ‘Kerja Sama untuk Perdamaian dan Kesejahteraan (Partnership for Peace and Prosperity)’.

Presiden menilai, baik ASEAN maupun AS memiliki kewajiban untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan serta dunia.

“Kemitraan ASEAN-AS harus mendatangkan manfaat seimbang bagi kesejahteraan rakyat ASEAN dan AS,” kata Presiden.

Untuk mewujudkan kesejahteraan, Presiden menyampaikan bahwa, Indonesia akan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi di bidang UMKM, promosi kewirausahaan dan inovasi, termasuk pengembangan ekonomi digital.

Sementara upaya mewujudkan perdamaian, Presiden akan bertukar pikiran dengan para pemimpin ASEAN dan Amerika Serikat mengenai perdamaian di kawasan.