Pelabuhan Kendal Diresmikan, KMP Kalibodri Layani Lintas Kendal-Kumai 1x PP Per Minggu

Pelabuhan Penyeberangan Kendal. (Foto: Humas Kemenhub)
Pelabuhan Penyeberangan Kendal. (Foto: Humas Kemenhub)

Kendal, MAROBS ** Minggu (21/2/2016), Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meresmikan pelabuhan penyeberangan Penyeberangan Kendal Jawa Tengah. Tujuannya, meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan.

Selain Pelabuhan Penyeberangan Kendal Jawa Tengah, Kementerian Perhubungan juga telah membangun Pelabuhan Penyeberangan Kumai Kalimantan Tengah.

KMP Kalibodri ditunjuk untuk melayani lintasan Kendal-Kumai. Kapal berbobot 1.500 GT ini memiliki daya angkut 42 unit kendaraan dan 400 penumpang.

“Untuk pengoperasian lintasan penyeberangan sepanjang 270 mil, Kementerian Perhubungan memberikan subsidi Rp4.801.488.000 selama 6 bulan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, JA Barata, dirilis Humas Kemenhub.

Dengan subsidi tersebut, sambungnya, KMP Kalibodri akan melayani Lintas Penyeberangan Kendal-Kumai sebanyak 1x PP per minggu.

Dalam pembangunannya, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Kendal serta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan sharing pembiayaan.

Untuk pengoperasiannya, menurut Barata, dibiayai Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Sementara itu, pembangunan badan jalan dan break water di Pelabuhan Penyeberangan Kendal dibiayai oleh APBD Kabupaten Kendal, sementara pembangunan jalan akses, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dan sebagian perkerasan jalan dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.

Pembangunan dermaga, pekerjaan pengerukan, lanjutan pembangunan break water, dan perkerasan jalan akses, ungkap Barata, dibiayai oleh APBN.

Sementara pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Kumai sebagian besar dibiayai oleh APBN, kecuali pekerjaan urugan badan jalan akses sepanjang 6 km yang dibiayai oleh ABPD Kabupaten Kotawarngin Barat.

“Pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan Kendal dan Kumai beserta lintasannya merupakan perwujudan dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas transportasi di daerah agar terwujud sarana dan prasarana transportasi yang layak bagi masyarakat,” papar Barata.

Ia menambahkan, di sisi lain, dengan dioperasikannya kedua pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas Pulau Jawa dengan Pulau Kalimantan, karena sebelumnya, belum ada prasarana penyeberangan yang menghubungkan kedua daerah.

Lintas Penyeberangan Amolengo-Labuan

Sebelumnya, pada Sabtu (20/2/2016) Menteri Jonan meresmikan Pelabuhan Penyeberangan Amolengo Kabupaten Konawe Selatan dan Pelabuhan Penyeberangan Labuan Kabupaten Buton Utara.  Jonan juga meresmikan pengoperasian Kapal Penyeberangan Penumpang Ro-Ro 500 GT KMP Bahteramas II yang akan melayani Lintas kedua pelabuhan.

“Dengan jarak lintasan sekitar 8 mil dan waktu tempuh selama 30 menit, lintas penyeberangan Amolengo-Labuan diharapkan dapat memperpendek jalur lalu lintas orang maupun barang dari daratan Sulawesi Tenggara ke Pulau Buton,” papar Barata.

Ia menuturkan, dalam pembangunannya, Pelabuhan Penyeberangan Amolengo menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama 4 tahun anggaran, yaitu Tahun Anggaran (TA) 2012 sampai dengan TA 2015. Total biaya pembangunan sebesar Rp55.519.682.500.

Sementara Pelabuhan Penyeberangan Labuan dibangun dengan biaya APBN selama 6 tahun anggaran, yaitu TA 2010 sampai dengan TA 2015. Total biaya pembangunan sebesar Rp39.059.402.875.

Kapal KMP Bahteramas II dibangun dengan dana APBN sebesar Rp29.341.003.780 selama 2 tahun dari 2014 hingga 2015 di Galangan PT Dumas Tanjung Perak Shipyard.

Dalam pengoperasiannya, kapal yang mampu mengangkut 19 unit kendaraan dan 188 penumpang ini dilaksanakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dan mendapat subsidi operasi sebesar Rp3.433.335.000  pada TA 2016.

Kapal KMP Bahteramas II akan melayani lintas Penyeberangan Amolengo-Labuan sebanyak 14 trip perminggu atau 7x PP per minggu selama satu tahun.