Postur TNI AL, Kasal: Capability Based Planning Gantikan Threat Based Planning

Alutsista TNI AL saat HUT TNI ke-69 di Surabaya. (Foto: Youtube/Agus Haryanto/Garuda Militer Blogspot)
Alutsista TNI AL saat HUT TNI ke-69 tahun 2014 di Surabaya. (Foto: Youtube/Agus Haryanto/Garuda Militer Blogspot)

Jakarta, MAROBS ** Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan, pendekatan ancaman (threat based planning) yang selama ini digunakan untuk membangun postur TNI Angkatan Laut, sudah harus diganti dengan pendekatan kemampuan (capability based planning).

“Intinya, menekankan pada perencanaan untuk membangun kemampuan apa yang harus dimiliki, dan bukan seberapa banyak alutsista yang harus dimiliki,” ujar Asrena Kasal Laksda TNI Arie H. Sembiring mewakili Kasal, saat Focus Group Discussion (FGD) membahas Revisi Postur TNI Angkatan Laut Tahun 2005-2024, Rabu (10/2/2016), di Gedung Auditorium Denma Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur.

Melalui pendekatan kemampuan, sambung Kasal, memungkinkan TNI AL untuk melihat spektrum ancaman yang asimetris, dan diharapkan menghasilkan struktur kekuatan angkatan laut yang proporsional.

“Sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, TNI Angkatan Laut bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara dalam rangka menegakkan kedaulatan dan hukum di laut dalam wilayah yurisdiksi nasional,” terang Kasal.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah di bidang maritim saat ini serta perkembangan situasi global dan regional, menurutnya, dituntut pendekatan baru dalam membangun Postur TNI Angkatan Laut.

Dokumen Strategis

Sementara itu, Kepala Dispen Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea, menuturkan, Dokumen Rancangan Postur TNI Angkatan Laut tahun 2005-2024 merupakan dokumen strategis yang digunakan sebagai acuan dalam pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut.

“Melihat perkembangan lingkungan strategis terkini, perimbangan kekuatan, serta kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia, Pemimpin TNI AL merasa perlu dilaksanakan revisi terhadap Postur TNI Angkatan Laut agar dapat dijadikan pedoman dalam perencanaan pembangunan TNI Angkatan Laut ke depan,” jelas Bazisokhi.

Ia menyampaikan, Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menghadiri FGD Postur TNI AL tersebut.

“Sebagai pimpinan kotama pembinaan dan operasional yang memiliki kewenangan terhadap pembinaan Angkutan Laut Militer Nasional, Kolinlamil memiliki peran yang besar dalam turut berpartisipasi memberikan masukan terhadap postur TNI AL ke depan,” kata Kadispen Kolinlamil.

Kehadiran Pangkolinlamil sebagai salah satu penanggap, sambungnya, tentu memiliki masukan dan saran yang diperlukan dalam penyusunan dokumen rancangan postur TNI AL.

Diskusi dihadiri 150 peserta, di antaranya Tim Kelompok Kerja Utama, Perwakilan dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), dan Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Perwakilan Kewasgiatan Mabesal, Perwakilan Kedinasan Mabesal, Perwakilan Kotama, dan Perwakilan alumni AAL Angkatan 36-56.

Forum lebih kaya dengan partisipasi beberapa akademisi sebagai penanggap utama, yakni Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia Edi Prasetyono, praktisi dan akademisi bidang pertahanan yang juga Direktur Utama PT PINDAD (Persero) Silmy Karim, dan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie.