Respons Situasi Kekinian, Kolinlamil Perbaiki Fasilitas Labuh Tingkatkan Mobilitas Tempur

Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia menyampaikan arahan dalam Diskusi Paparan Perbaikan Beaching Plate dan Peninggian Depan Gedung Laut Natuna Kolinlamil. (Foto: Dispen Kolinlamil)
Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia menyampaikan arahan dalam Diskusi Paparan Perbaikan Beaching Plate dan Peninggian Depan Gedung Laut Natuna Kolinlamil. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, MAROBS ** Merespons situasi kekinian, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) akan melakukan perbaikan fasilitas labuh untuk meningkatkan mobilitas tempur matra laut. Perbaikan fasilitas pangkalan TNI AL tersebut direncanakan selesai enam bulan ke depan.

“Kondisi fasilitas dermaga Beaching yang dimiliki Kolinlamil saat ini hanya mampu dilewati oleh tank-tank ringan dengan berat per tank tidak mampu mendukung pergeseran alutsista Tank Leopard yang memiliki bobot sekitar 60 ton, sehingga dermaga Beaching Kolinlamil perlu ditingkatkan kemampuannya agar mampu dilewati Tank Leopard,” ujar Kepala Dispen Kolinlamil, Letkol Laut (KH) Bazisokhi Gea, Selasa (9/2/2016).

Ia menjelaskan, kapal-kapal perang jajaran Kolinlamil dengan berbagai jenis, baik LPD (Landing Platform Dock) dan LST (Landing Ship Tank) untuk mendukung pengangkutan tank telah disiapkan, di antaranya KRI Teluk Bintuni-520, produksi dalam negeri.

KRI Teluk Bintuni-520 didesain mampu membawa 10 unit Tank MBT Leopard 2A4 milik TNI AD yang berbobot 62,5 ton. Sebelumnya, LST TNI AL hanya mampu membawa tank ringan dengan berat per tank belasan ton.

KRI Teluk Bintuni-520 masih bisa membawa 2 unit helicopter. Kapal ini dilengkapi dua helipad dengan fasilitas hangar. Kapal LST tersebut mempunyai panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter.

Kecepatan KRI Teluk Bintuni-520 maksimal 16 knot, dengan main engine 2 x 3.285 kw yang ditenagai dua mesin. Sementara kapal jenis LST lain di bawah pembinaan Kolinlamil adalah KRI Teluk Manado-537, KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Parigi-539, dan KRI Teluk Lampung-540.

Kapal-kapal jenis LPD yang dimiliki jajaran Kolinlamil memiliki kemampuan angkut ranpur jenis tank. Kapal-kapal tersebut adalah KRI Makassar-590, KRI Surabaya-591, KRI Banjarmasin-592, dan KRI Banda Aceh-593.

Sedangkan dua kapal lain, KRI Tanjung Kambani-971 dan KRI Tanjung Nusanive-973 merupakan kapal bantu angkut personel.

Kesiapan Operasional

Selasa (9/2/2016), Panglima Kolinlamil Laksamana Muda Aan Kurnia menerima paparan rencana pembangunan dermaga Kolinlamil untuk mendukung embarkasi dan debarkasi material tempur TNI jenis tank Leopard di Gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara.

Paparan yang dilakukan PT Wijaya Perdana dan PT Abata Hasta sebagai pelaksana pembangunan memberikan gambaran kepada seluruh pimpinan dan pejabat teras Kolinlamil tentang pekerjaan perbaikan fasilitas pangkalan TNI AL ini.

“Pekerjaan perbaikan ini dalam rangka pengembangan fasilitas pangkalan, dalam hal ini Kolinlamil, untuk melayani tuntutan mobilitas kendaraan dan alat-alat tempur yang diangkut unsur KRI,” terang Aan.

Secara detail, Pangkolinlamil menjelaskan lebih lanjut perbaikan dan peninggian fasilitas labuh untuk mendukung pergerakan Tank Leopard yang perlu dilaksanakan.

“Fasilitas beaching plate dan keadaan depan Gedung Laut Natuna Kolinlamil kurang memadai untuk parkir tank dan terkena banjir pada saat air laut pasang tertinggi (rob). Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dan peninggian,” tutur Laksamana berbintang dua ini.

Waktu pengerjaan proyek perbaikan dan peninggian fasilitas pangkalan, sambungnya, selama 6 bulan, sejak Maret hingga Juli 2016. Kemampuan serta daya tahan beaching plate yang akan dibangun mampu bertahan hingga 50 tahun mendatang.

Selain itu, menurut Pangkolinlamil, perbaikan dan peninggian fasilitas labuh merupakan komitmen pemimpin TNI AL dalam meningkatkan dan mengadakan fasilitas sarana serta prasarana matra laut.

“Ini juga merupakan komitmen dari pemimpin TNI AL untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional dalam menunjang keberhasilan pencapaian tugas,” tegas Aan.