Unggulkan Sektor Pariwisata, Rembang Rencanakan Kawasan Wisata Pantai Unggulan

Pantai Karangjahe Rembang. (Foto: Humas Pemkab Rembang)
Pantai Karangjahe Rembang. (Foto: Humas Pemkab Rembang)

Rembang, MAROBS ** Pemerintah Kabupaten Rembang berencana menggabungkan wisata religi Bonang, Pantai Caruban Lasem, Pantai Karangjahe Rembang, dan Kawasan Pecinan Lasem menjadi kawasan pariwisata maju. Pariwisata menjadi sektor unggulan kepemimpinan Bupati terpilih, Abdul Hafidz.

“Hal yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah soal sumberdaya manusia. Tidak harus melakukan penambahan personel lulusan pariwisata, namun yang terpenting adalah mengubah mindset pegawai yang ada dan memiliki persamaan visi untuk memajukan pariwisata Rembang,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang, Muntoha.

Ia mengungkapkan masalah infrastruktur masih banyak yang harus ditata.

“Jika infrastruktur pendukung obyek wisata baik maka wisatawan akan merasa lebih nyaman. Dan ini membutuhkan waktu yang lama, tidak cukup satu atau dua tahun selesai,” katanya, dirilis Humas Pemkab Rembang, Rabu (24/2/2016).

Tahun ini, pihaknya berencana menata Kawasan Binangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari tingkat pusat sebesar Rp2,5 miliar, meliputi pembuatan tempat istirahat, taman, dan deretan kios cinderamata.

“Jika bupati setuju, akan segera digarap. Selain itu, area Makam RA Kartini juga memperoleh kucuran Bantuan Provinsi Jawa Tengah Rp1,5 miliar, untuk penataan parkir dan akses jalan,” pungkas Muntoha.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz, menuturkan, telah menjajaki beberapa investor untuk mendukung pengembangan pariwisata. Salah satunya, diarahkan untuk membuat fasilitas kereta gantung antara Pasujudan Sunan Bonang-Makam Sultan Mahmud di Jejeruk Bonang-Binangun.

“Calon investor disebutkan sudah ada. Tinggal mematangkan persiapan dan menyesuaikan rencana tata ruang wilayah (RTRW)-nya,” ucapnya.

Pengembangan Wisata Pantai

Beberapa rekomendasi menarik dihasilkan riset Satria Nur Aziz Rahman berjudul ‘Analisis Potensi Obyek Wisata Pasujudan Sunan Bonang, Pantai Binangun Indah, Pantai Caruban, dan Klenteng Thian Siang Sing Bo di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang’ terbitan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2013.

Obyek wisata di Kecamatan Lasem Rembang yang mempunyai potensi tertinggi adalah Pasujudan Sunan Bonang dan Pantai Binangun Indah, disusul Kelenteng Thian Siang Sing Bo dan Pantai Caruban yang berpotensi sedang.

“Untuk arah pengembangan Pasujudan Sunan Bonang lebih dikembangkan untuk Penambahan Museum Sunan Bonang yang berisi gambar, peninggalan-peninggalan, cerita dan sejarah dari Sunan Bonang, serta adanya pemutaran film napak tilas sejarah Sunan Bonang, sehingga dapat menambah daya tarik dan kualitas obyek,” tulis Satria.

Selain itu, penambahan fasilitas Gardu Pandang untuk menikmati pemandangan laut dari atas bukit.

Selanjutnya, menurut Satria, Pantai Binangun Indah lebih baik dikembangkan untuk pusat wisata kuliner Sea Food, ditambah promosi obyek melalui segala macam alat publikasi, seperti media cetak, media audio, audio visual, dan internet.

“Penambahan atraksi wisata berupa kegiatan-kegiatan tertentu untuk menarik wisatawan, seperti kegiatan lomba memancing, sedekah laut, dan lain-lain. Penambahan papan atau plangkat obyek wisata untuk lebih memperkuat status obyek sebagai obyek wisata. Penambahan pihak pengelola yang jelas, sehingga obyek wisata dapat terawat dan terinventaris dengan baik,” jelas Satria.

Sementara untuk Pantai Caruban, dapat dikembangkan pengelolaan yang jelas, sehingga dapat terorganisasikan dengan baik. Selain itu, perencanaan Tata Ruang yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan.

“Penambahan fasilitas pendukung wisata berupa toilet yang memadai, tempat parkir yang memadai, tempat ibadah, toko suvenir, warung makan, taman terbuka. Penambahan atraksi wisata air berupa permainan air, seperti waterboom, banana boat, dan lain-lain,” katanya.

Satria merekomendasikan Klenteng Thian Siang Sing untuk mempromosikan obyek melalui alat publikasi serta penambahan fasilitas penunjang seperti penginapan bagi para pengunjung dari luar daerah.