Wisata Bahari Indonesia Reef Garden Kepulauan Seribu Tidak Lupakan Pemberdayaan dan Konservasi

Salah satu destinasi menarik di Kepulauan Seribu, Pulau Pari. (Foto: Pulau Seribu Traveling)
Salah satu destinasi menarik di Kepulauan Seribu, Pulau Pari. (Foto: Pulau Seribu Traveling)

Denpasar, MAROBS ** Percepatan Pengembangan Destinasi Wisata Bahari Indonesia Reef Garden Kepulauan Seribu tidak melupakan pemberdayaan masyarakat sekitar, juga menjalankan konservasi sebagaimana mestinya.

Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Kedeputian Bidang Koordinasi Sumberdaya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Maritim dan Sumberdaya, di Inna Grand Bali Beach, Jumat (19/2/2016).

Deputi Destinasi Wisata dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman, mengatakan, telah ada MoU antara Kemenpar dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar tidak terjadi konflik kepentingan antara pariwisata dan konservasi.

“KLHK menegaskan bahwa zonasi yang sebelumnya telah ditetapkan di Kepulauan Seribu, bisa saja diubah, apabila diperlukan, dengan syarat, memenuhi kaidah-kaidah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,” ujar Dadang, dirilis Kemenko Maritim dan Sumberdaya.

Asdep Iptek Maritim, Nani Hendiarti, mengajak para peserta untuk terlibat aktif dalam dua aktivitas besar mendukung Indonesia Coral Reef Garden (IRG) yaitu riset dan nursery serta pemberdayaan masyarakat.

“Diharapkan, pada akhir April, hasil studi kelayakan IRG bisa diselesaikan secara bersama agar segera bisa ditindaklanjuti,” katanya.

Moda Transportasi Udara

Mantan Menko Bidang Kemaritiman yang kini menjabat Senior Advisor Menteri Pariwisata, Profesor Indroyono Soesilo, secara implisit menyampaikan optimismenya bahwa Kepulauan Seribu akan semakin berkembang apabila akses transportasi dari Jakarta menggunakan moda transportasi udara segera terwujud.

“Dibutuhkan sinergi kementerian dan lembaga untuk bekerjasama bahu-membahu membangun infrastruktur,” tuturnya.

Infrastruktur yang dimaksud adalah pengembangan pembangunan lapangan terbang di Pulau Panjang, penyediaan listrik dan air bersih, serta penggunaan wilayah taman nasional yang dikelola oleh KLHK.

Indoroyono memaparkan potensi pengembangan destinasi wisata di Pulau Seribu serta rencana pengembangan infrastruktur, untuk menunjang pariwisata di Kepulauan Seribu.

Beberapa Sesi

Sesi pertama panel diskusi yang dimoderatori Deputi bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim, Safri Burhanuddin, menghadirkan narasumber Deputi Destinasi Wisata dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam Ditjen Sumberdaya Alam dan Ekosistem KLHK yaitu Listya Kusumawardhani, serta perwakilan Kasubdin Pariwisata DKI Jakarta.

Pada sesi tersebut membahas Kepulauan Seribu sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan pada tahun anggaran 2016. Pengembangan lokasi wisata di Kepulauan Seribu akan disesuaikan dengan zonasi yang sebelumnya telah ditentukan oleh KLHK.

Memasuki sesi berikutnya, diskusi dibagi menjadi dua sesi paralel, mengenai percepatan pariwisata Kepulauan Seribu serta Indonesia Coral Reef Garden (IRG).

Dalam sesi IRG yang dipimpin oleh Asdep Iptek Maritim Nani Hendiarti, beberapa pakar menampilkan beragam kajian mengenai Kepulauan Seribu, meliputi pemetaan transek dari selatan ke utara terumbu karang, kualitas biotik dan abiotik, berbagi pengalaman mengenai pembibitan dan transplantasi karang, serta aspek sosial ekonomi.

Sesi itu juga menampilkan dua pakar dari Prancis yang berbagi pengalaman mengenai sensitivity mapping dan Cooperative Research on Environmental Problems in Europe (CRÊPE).