Amankan ALKI I, KRI Banda Aceh 593 Termasuk Satgas Pengamanan VVIP KTT OKI 2016

KRI Banda Aceh 593. (Foto: Dispen Kolinlamil)
KRI Banda Aceh 593. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta, MAROBS ** KRI Banda Aceh 593 terpilih sebagai salah satu kapal perang yang turut dalam Satuan tugas Pengamanan VVIP Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam ke-5 tahun 2016. Letak geografis ibu kota negara yang berdekatan dengan Selat Sunda merupakan pintu masuk ALKI I menuju Laut Jawa.

“Kewaspadaan di laut harus benar-benar ditingkatkan. Ancaman bukan saja datang dari daratan, namun juga bisa menggunakan jalur lautan,” ujar Pangkoarmabar, Laksda TNI A. Taufiqoerrochman, saat memimpin upacara pelepasan Satgas Pengamanan VVIP OKI ke-5 dalam upacara militer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok Jakarta, Selasa (2/3/2016).

Untuk itu, sambungnya, pelepasan Satgas Pengamanan VVIP memiliki makna strategis.

“Pengamanan VVIP merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang TNI yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang Republik Indonesia nomor 34 tahun 2004. Oleh karena itu, profesionalisme prajurit matra laut harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan pembinaan dan latihan yang selama ini telah diterima,” tandas Pangkoarmabar.

Ia menjelaskan, tugas pengamanan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Luar Biasa OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang KRI Banda Aceh 593 emban merupakan tugas kehormatan sekaligus kepercayaan.

Menurutnya, tugas ini mengandung misi diplomatik, karena pengamanan KTT OKI merupakan manifestasi komitmen internasional Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi arah kemajuan kerja sama negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam.

KTT OKI 2016 akan dihadiri 57 negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim di kawasan Asia dan Afrika.

Organisasi Kerjasama Islam atau dengan Organisation of Islamic Cooperation (OIC), adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota.

“Indonesia salah satu negara yang ikut tergabung di dalamnya, yang kini menjadi tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar biasa, yang akan berlangsung beberapa hari ke depan,” papar Taufiqoerrochman.

Berpengalaman

KRI Banda Aceh 593 berpengalaman dalam berbagai misi internasional. Salah satunya, latihan bersama kapal-kapal perang dari berbagai negara dalam ajang Multilateral Rim of the Pacific (Rimpac) 2014. Ajang tersebut merupakan latihan rutin setiap dua tahun yang digelar armada ketiga US Navy dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan meluas cakupannya dengan melibatkan negara-negara di Asia Tenggara.

Kapal perang berjenis Landing Platform Dock ini berukuran panjang 22.004 meter dan lebar 125 meter. Berat kapal mencapai 7.286 ton dan memiliki kecepatan maksimum 15 knot serta memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

KRI Banda Aceh 593 digunakan untuk menunjang tugas dan operasi TNI Angkatan Laut (TNI AL) di antaranya Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier 20 Tank, 5 unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, combat vehicle 22 unit, 3 unit meriam Howitzer, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel.

Untuk persenjataan perang, KRI Banda Aceh 593 dilengkapi meriam kaliber 20 mm dan 40 mm.

Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus.

Meski masih dalam kategori kapal baru, KRI Banda Aceh berhasil mendapatkan penghargaan KRI Berpredikat Operasional Tertinggi Tahun 2014. Penghargaan itu didapat karena KRI Banda Aceh menjadi kapal yang mampu berlayar dalam waktu paling panjang dibandingkan KRI milik TNI Angkatan Laut lainnya.