Dorong Eksiskan Galangan Kapal Nasional, Pangkolinlamil Kunjungi PT Janata Marina Indah-I

Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia saat berkunjung ke PT Janata Marina Indah-I. (Foto: Dispen Kolinlamil)
Pangkolinlamil Laksda TNI Aan Kurnia saat berkunjung ke PT Janata Marina Indah-I. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Semarang, MAROBS ** Untuk mewujudkan Poros Maritim Dunia, industri galangan kapal nasional adalah faktor penting. TNI AL berkomitmen mendorong eksistensi galangan kapal nasional dengan bekerja sama dalam perawatan, bahkan pembangunan kapal.

Kamis (24/3/2016), Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Aan Kurnia berkunjung ke pabrik pembangunan kapal PT Janata Marina Indah-I (JMI) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, menginspeksi KRI Tanjung Kambani 971 yang sedang dalam perbaikan.

“Kunjungan ini untuk meninjau situasi PT Janata Marina Indah-I, karena ada perbaikan-perbaikan KRI yang ada di Kolinlamil,” ujar Laksda Aan.

Pangkolinlamil juga berkesempatan masuk ke kapal-kapal yang sedang dalam proses pembangunan sebanyak 6 unit, masing-masing kapal Roro sebanyak 3 unit, kapal tanker dan Kapal Rambu, serta LCT Containers Carrier dengan nama MV Sirena milik Marine Int’l Sales Incl USA.

Ada pula kapal-kapal yang beroperasi pada lintas penyeberangan Merak-Bakauheni maupun kapal-kapal dalam rangka Tol Laut yang dibangun dan diperbaiki di galangan ini.

“PT Janata Marina Indah-I juga mendukung TNI Angkatan Laut dalam membangun fasilitas galangan kapal, sesuai dengan program mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” tandas Pangkolinlamil.

Ia kemudian melihat sejumlah fasilitas di lokasi galangan yang beroperasi pada 1982 ini, seperti fasilitas permesinan, workshop pemotongan plat, graving dock yang pada 1998 berhasil meraih sertifikat ISO 9002/94 dari badan sertifikasi American Bureau of Shipping (ABS) Quality Evaluations, Inc. dari Amerika sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memasuki era globalisasi.

Bangun Puluhan Kapal

Kunjungan Pangkolinlamil diawali dari area workshop permesinan. Direktur Produksi PT Janata Marina Indah-I Suharto menjelaskan kemampuan galangan nasional dalam membangun berbagai kebutuhan kapal dalam nasional.

“Sejak berdiri hingga sekarang, sudah puluhan unit kapal dengan berbagai tipe dan ukuran, baik kapal negara, alutsista, kapal perintis, kapal penunjang operasi lepas pantai (offshore) minyak dan gas maupun kapal niaga nasional,” terang Suharto.

Salah satu prestasi yang patut dibanggakan oleh JMI adalah pembuatan kapal motor tanker, MT Kuang, untuk angkutan bahan bakar minyak mentah dengan ukuran 6.500 DWT (dead weight ton). MT Kuang adalah kapal tanker pertama, sekaligus dibangun berdasarkan teknologi terbaru, yaitu lambung ganda dan tangki ganda.

PT Janata Marina Indah-I memiliki dua galangan, yang kesemuanya berada di Semarang. JMI telah meningkatkan fasilitas galangan sejak 1985. Building dock yang semula berukuran 82 meter x 21,5 meter diperpanjang menjadi 102 meter x 21,5 meter, sehingga kapasitas meningkat dari 2.250 ton menjadi 7.000 ton.

Graving dock juga diperpanjang dari ukuran semula 90 meter x 20 meter dengan kapasitas 3.000 ton menjadi 110 meter x 25 meter, sehingga kapasitas juga meningkat menjadi 8.000 ton.

“Selain perluasan bangunan dok, dibangun bengkel plat, mesin, dan listrik. Penambahan mobile crane, wharf crane, dan peralatan lainnya, menjadikan JMI sebagai galangan pembangun dan perbaikan kapal yang patut diperhitungkan dalam industri perkapalan nasional maupun internasional,” papar Suharto.

Galangan Unit II

Menyikapi prospek dunia pelayaran dan perkapalan nasional maupun internasional yang sangat cerah, dibangunlah galangan unit II di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan kapasitas 4 kali lebih besar dari unit I.

Menempati areal seluas 8,2 Ha, dok gali di unit II, bila telah selesai dibangun, akan mampu menampung kapal-kapal besar berkapasitas hingga 20.000 DWT. Sementara itu, building dock yang telah selesai dibangun akan mampu untuk membangun kapal-kapal berukuran hingga 30.000 DWT.

Dermaga beton sepanjang 465 meter akan menunjang kebutuhan galangan untuk perawatan terapung sebelum dan sesudah dok serta penyelesaian kapal baru sesudah diluncurkan. Sedangkan perlengkapan galangan secara bertahap telah ditingkatkan dengan investasi pembelian mobile crane kapasitas 150 ton, tower crane kapasitas 32 ton, forklift, trailer, mesin press, mesin bubut, dan lainnya.