Selesai Agustus 2016, Dua KM Sabuk Nusantara Dibangun dengan 70 Persen Komponen Lokal

Pembangunan KM Sabuk Nusantara 63 dan KM Sabuk Nusantara 64 di kawasan Pelabuhan Cirebon. (Foto: Humas Kemenhub)
Pembangunan KM Sabuk Nusantara 63 dan KM Sabuk Nusantara 64 di kawasan Pelabuhan Cirebon. (Foto: Humas Kemenhub)

Cirebon, MAROBS ** Dijadwalkan selesai Agustus 2016, pembangunan kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, KM Sabuk Nusantara 63 dan KM Sabuk Nusantara 64, oleh PT Dok Bahari Nusantara, telah menggunakan 70 persen komponen lokal.

“Hanya 30 persen yang kami impor, yaitu mesin-mesin dan alat navigasi. Kami pakai mesin dan alat navigasi impor, karena kedua produk tersebut tidak diproduksi di dalam negeri,” ujar Komisaris Utama PT Dok Bahari Nusantara, Sudiding Irsyad, Rabu (9/3/2016), di galangan kapal miliknya, kawasan Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat.

Karena mesin dan peralatan navigasi harus diimpor, dibutuhkan waktu sekitar 7-8 bulan untuk pembuatan hingga pengirimannya ke Indonesia. Lamanya waktu yang dibutuhkan, sambungnya, karena mesin-mesin kapal bukanlah produk yang dibuat secara massal, melainkan menyesuaikan spek permintaan pemesan.

“Kalau mesin dan alat navigasi pengirimannya tidak terlambat maka penyelesaiannya dipastikan tepat waktu,” ucap Sudiding, dirilis Humas Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, pengerjaan KM Sabuk Nusantara 63 telah sekitar 52 persen. Bahkan sebagian besar lambung telah dilakukan pengecatan. Nama KM Sabuk Nusantara 63 pun sudah tertera di buritan kapal.

Sementara pengerjaan KM Sabuk Nusantara 64 telah mencapai 35 persen. Saat ini, dalam proses penyambungan dengan pengelasan untuk membentuk struktur kapal.

Sebelumnya, Kabag Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Bambang Sutrisna,  mengatakan, perusahaan galangan kapal yang mendapat proyek dari Kemenhub harus dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang dipesan dan tepat waktu dalam pengerjaannya.

“Pengerjaannya harus tepat waktu, sesuai jadwal yang telah disepakati. Jika ada keterlambatan, akan berdampak pada pesanan kapal-kapal lainnya yang juga akan terlambat penyelesaiannya,” tutur Bambang.

Lima Kapal Pesanan

PT Dok Bahari Nusantara mendapat kepercayaan untuk membangun 5 buah kapal pesanan Ditjen Perhubungan Laut, terdiri dari 2 buah kapal motor, yaitu KM Sabuk Nusantara 63 dan 64 masing-masing berbobot 500 DWT, dan 3 buah kapal motor masing-masing 1.200 GT.

Ada juga 1 buah kapal ferry berbobot 300 DWT pesanan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. Total nilai pembangunan 6 buah kapal pesanan Kemenhub sebesar Rp247 miliar.

Belum lama ini, PT Dok Bahari Nusantara telah menyelesaikan pembangunan KM Sabuk Nusantara 55 yang pengoperasiannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo Oktober 2015 lalu.  KM Sabuk Nusantara 55 beroperasi melayani rute Pulau Laut-Sebuku Provinsi Kalimantan Selatan.

PT Dok Bahari Nusantara bisa dikatakan sebagai pemain baru di perusahaan galangan. Perusahaan ini baru berdiri pada 2012 dan mulai mengerjakan pesanan sejak 2013. Namun, perusahaan galangan yang bermarkas di Cirebon tersebut berhasil membangun 23 kapal dari berbagai tipe dan ukuran.

Sebelum melakukan pembangunan kapal di kawasan Pelabuhan Cirebon milik PT Pelindo II, PT Dok Bahari Nusantara mengerjakannya di lahan sewa di kawasan Pelabuhan Tegal Jawa Tengah.

Selain membangun kapal baru, PT Dok Bahari Nusantara juga mengerjakan servis dan perawatan. Banyak kapal yang perawatan dan servisnya dilakukan oleh PT Dok Bahari Nusantara, seperti kapal-kapal tongkang dan kapal milik Pertamina (Persero).

Sudiding berharap, mendapat kepercayaan pemerintah untuk melakukan perawatan kapal ternak yang home base-nya di Pelabuhan Cirebon, setelah menyelesaikan pengiriman dari NTT ke Jakarta.