Sinergi BUMN Maritim, Danang Munandar: PT Perikanan Nusantara Dapat Sejajar BUMN Besar

Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)
Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar. (Foto: Arif Giyanto)

Yogyakarta, MAROBS ** Direktur Pandiva Strategic Yogyakarta, Danang Munandar, berpandangan, titik tekan yang lebih terhadap sektor maritim dari program Presiden Joko Widodo semestinya memberi angin segar bagi BUMN yang bergerak di sektor maritim.

“Kinerja Menteri Susi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang baik dan penuh dengan gebrakan perlu diikuti pula oleh BUMN yang terkait. PT Perikanan Nusantara sebagai perusahaan pelat merah yang punya keterkaitan harus meningkatkan kinerjanya,” ujar Danang, Senin (29/2/2016), di kantornya.

Menurutnya, mengingat potensi Indonesia sebagai Negara Maritim yang memiliki perairan luas, PT Perikanan Nusantara telah saatnya menjadi BUMN besar yang sejajar dengan Pertamina, Telkom, Bank Mandiri, atau Bank BRI.

“Perusahaan perlu melebarkan sayapnya. Selama ini, jumlah kantor cabang masih sedikit bila dibandingkan sengan cakupan wilayah yang begitu luas,” tutur Pimpinan Asosiasi Fiskal Indonesia (AFI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut.

Seperti diketahui, PT Perikanan Nusantara baru memiliki beberapa kantor cabang, di antaranya Surabaya, Tegal, Ambon, Sorong, Padang, Bitung, Makasar, dan Benoa.

“Ini jelas harus ditambah. Semestinya semua daerah yang memiliki pelabuhan perikanan atau yang banyak aktivitas nelayannya ada kantor cabangnya,” ucap Danang.

Banyaknya daerah pesisir, diharapkan menjadi peluang bagus apabila potensinya dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

“Di samping itu, lahan garap perusahaàn juga diperlebar. Selama ini, perusahaan bergerak pada produksi olahan ikan dan jasa perbaikan kapal. Hal ini harus ditingkatkan. Jumlah pabrik olahan ikan serta galangan kapal mesti ditambah jumlahnya,” ungkap konsultan kebijakan publik kelahiran Kebumen ini.

Tidak cuma itu, sambung Danang, lahan garap perusahaan juga perlu ditambah. Semua yang berkaitan dengan perikanan dan daya dukungnya yang meliputi produksi dan jasa, menjadi garapan PT Perikanan Nusantara.

“Jajaran direksi dan komisaris harus diisi oleh orang yang kompeten dalam bidang kemaritiman. Dan juga dukungan dari karyawan yang profesional,” pungkasnya.

Sinergi BUMN

Danang menekankan pentingnya sinergi BUMN, untuk meningkatkan performa BUMN-BUMN maritim. Komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam pemberian kesempatan kepada BUMN terkait, meski mungkin masih membutuhkan peningkatan kemampuan perusahaan.

“Sinergi BUMN bukan berarti tanpa alasan. Soal kapasitas, saya yakin dapat disiasati, meski memang butuh kerja keras. Yang penting, jangan sedikit-sedikit lari ke luar negeri, hanya karena efektivitas dan efisiensi. Dalam skema jangka panjang, sinergi BUMN justru akan saling membesarkan dan itu keuntungan besar bagi bangsa ini,” paparnya.

Eksistensi BUMN, tambah Danang, tidak terlepas dari dinamika pasar. Ia menekankan dukungan banyak pihak, termasuk kerja keras internal BUMN, untuk terus membangun inovasi dan melebarkan sayap. Bekerja sama dengan masyarakat pesisir, salah satu hal penting.

“Hadirkan BUMN maritim di tengah-tengah masyarakat maritim. Jangan berdiri sendiri. Kalau sudah manunggal, eksistensi tentu lebih mudah dicapai. Lagipula, masyarakat harus tahu, BUMN ini dibuat untuk kesejahteraan mereka,” pungkasnya.