Perum Perindo Sasar Pasar Olahan Ikan Amerika Serikat dan Jajaki Investasi di Tanzania

Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Ramadhani K. Dau dan Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda, berdiskusi seputar investasi perikanan di Tanzania. (Perum Perindo)

PENJARINGAN, Jakarta — Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tengah menjajaki peluang investasi perikanan di Tanzania. Sebelumnya, Perum Perindo menandatangani kontrak ekspor olahan ikan ke Amerika Serikat senilai Rp300 miliar.

Rabu (9/5/2018), Duta Besar Tanzania untuk Indonesia Ramadhani K. Dau berkunjung ke kantor pusat Perum Perindo di Penjaringan, Jakarta Utara. Diterima Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda, Dubes Tanzania mengajak Perum Perindo berinvestasi pada sektor perikanan, mulai dari penangkapan, pengolahan, hingga perdagangan ikan.

Bukan hanya itu, Perum Perindo juga diberi penawaran untuk membangun dan mengoperasikan pelabuhan perikanan di Tanzania.

“Negara saya tidak memiliki pengolahan ikan, dari hulu ke hilir. Padahal, potensi perikanan di Tanzania cukup besar. Oleh karena itu, saya meminta bantuan Perum Perindo,” ujar Dubes Ramadhani, dirilis Perum Perindo.

Setidaknya, terdapat tiga alasan untuk berbisnis di Tanzania. Pertama, Tanzania merupakan negara dengan ekonomi terbesar kedua di East Africa Community. Tanzania mencatatkan gross domestic product (GDP) mencapai US$47,43 miliar pada 2016. Penyokong pertumbuhan ekonomi yang utama, yaitu dari sektor konstruksi dan industri.

Kedua, pemerintah Tanzania telah berkomitmen melakukan reformasi pajak, lisensi bank asing, dan memangkas birokrasi dengan mendirikan pusat promosi investasi.

Ketiga, Tanzania berbatasan dengan 8 negara padat populasi, antara lain Kenya, Uganda, Rwanda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Zambia, Malawi dan Mozambik. Hal ini dinilai dapat menjadi ceruk pasar yang besar bagi investor.

Kerja sama akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Kedubes Tanzania dengan Perum Perindo, dalam waktu dekat.

Ekspor Olahan Ikan

Sebelumnya, Perum Perindo mencatatkan transaksi ekspor senilai U$21,9 juta atau sekitar Rp300 miliar dalam Seafood Expo North America (SENA) di Boston, Amerika Serikat, 11-13 Maret 2018.

‘’Nilai ekspor kami akan meningkat 30 kali lipat lebih dibanding 2017 lalu,’’ ujar Risyanto.

Importir seafood, Harbor Seafood Inc. memesan olahan ikan senilai U$16,5 juta, sementara North Atlantic Inc. U$5,4 juta.

Penandatanganan transaksi ekspor Perum Perindo senilai U$21,9 juta atau sekitar Rp300 miliar dalam Seafood Expo North America (SENA) di Boston, Amerika Serikat, disaksikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan, Nilanto Perbowo hadir pula dalam kesempatan tersebut. (Perum Perindo)

Sejak 2016, Perum Perindo telah mengekspor produk olahan ikan ke negeri Paman Sam. Namun, nilainya masih kecil. Pada 2016, senilai Rp5 miliar, lalu 2017 meningkat menjadi Rp10 miliar. Ekspor ke Amerika Serikat berupa produk olahan ikan kakap, kerapu, dan mahi-mahi, serta rajungan hasil produksi Perum Perindo bersama mitranya, PT Kemilau Bintang Timur (KBT) di Cirebon dan Makassar.

Nilai ekspor meningkat disebabkan oleh meningkatnya pasokan bahan mentah bernilai tinggi yang bisa diperoleh Perum Perindo. Hal tersebut merupakan dampak dari kebijakan positif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melarang penangkapan ikan oleh kapal lasing, serta penangkapan ikan yang tidak memakai alat ramah lingkungan.

‘’Ditambah lagi, upaya kami untuk meningkatkan kualitas produk direspons positif buyer di luar negeri,’’ pungkas Risyanto.