Belajar dari Kecelakaan KM Sinar Bangun, Pushidrosal Survei dan Petakan Perairan Danau Toba

Pushidrosal memberangkatkan tim unit survei berjumlah 15 personel yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Tri Ariyah Hari S. (Humas Pushidrosal)

DANAU TOBA, Sumatera Utara — Pasca-terjadinya kecelakaan laut KM Sinar Bangun yang banyak menimbulkan korban jiwa pada Juni 2018, saat berlayar dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan kpemetaan perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (25/10/2018).

Pemberangkatan tim unit survei Pushidrosal dimaksudkan memberikan jaminan keamanan dan keselamatan navigasi kapal-kapal yang berlayar di perairan Danau Toba. Harapannya, setelah ini tidak ada lagi kecelakaan kapal di Danau Toba.

Menurut Kapushidrosal Laksda Harjo Susmoro, survei tersebut berdasarkan mandat dari International Hydrographic Organization (IHO), yaitu S-4 tentang Spesification for International Charts serta Sp-44 tentang standard for Hydrographic Survey.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. PM 52/2012 tentang Alur Pelayaran Sungai dan Danau, Pushidrosal kemudian memberangkatkan tim unit survei berjumlah 15 personel yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Tri Ariyah Hari S.

“Tugas pokok tim unit survei yakni melaksanakan kegiatan di danau tersebut, melaksanakan operasi survei hidrografi pengumpulan data batimetri untuk memetakan perairan Danau Toba, dan data yang diperoleh akan mampu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan navigasi kapal-kapal yang melaksanakan pelayaran,” ucap Kapushidrosal.

Jalur Pelayaran

Kapushidrosal menambahkan, diperolehnya data batimetri terkini di perairan Danau Toba nantinya dipergunakan untuk pembuatan peta khusus dengan skala detail jalur-jalur pelayaran di Danau Toba. Tim unit survei juga melakukan penelitian lingkungan perairan serta dinamika ketinggian air di Danau Toba.

Data hasil operasi survei dan pemetaan Pushidrosal, selain untuk jaminan keselamatan pelayaran kapal-kapal, diharapkan mampu memberikan informasi dalam rangka mengakselerasi pembangunan di sektor pariwisata, khususnya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, salah satu dari sepuluh destinasi prioritas nasional.

“Untuk pemerintah kabupaten yang ada di perairan Danau Toba, data penelitian sumberdaya perairan dan peta khusus yang dibuat oleh Pushidrosal dapat membantu pengembangan sektor pariwisata, berguna bagi pelaku industri, masyarakat, serta stakeholder lainnya,” jelas Laksda Harjo Susmoro.

Untuk melakukan kegiatan survei pencitraan dasar laut dan sumberdaya perairan, tim unit survei mengoperasionalkan peralatan survei hidrografi terkini yang dimiliki Pushidrosal.

Peralatan pendeteksi bawah air Multibeam Echosounder T-50 Extended yang mampu mendeteksi kedalaman sampai dengan 900 meter yang menggambarkan citra permukaan dasar Danau Toba, SSS, CTD, grap sampler, serta alat pengukur ketinggian perairan.