Kolinlamil Kerahkan KRI Banda Aceh 593 Evakuasi Korban Lion Air JT-610

 

KRI Banda Aceh 593 melakukan pencarian korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di sekitar Perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa. (Dispen Kolinlamil)

RAWANG, Jawa Barat — Kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh 593 melaksanakan Search and Rescue (SAR) terhadap pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh disekitar Perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa. Kapal perang tersebut dikomandoi oleh Letkol (P) Ali Setiandy, berangkat bersama 136 personil menuju lokasi jatuhnya pesawat, Senin (29/10/2018).

KRI Banda Aceh 593 salah satu kapal perang TNI AL yang dikerahkan membantu pencarian pesawat Lion Air JT-610. Kemampuan KRI Banda Aceh 593 tak diragukan lagi, pernah diterjunkan pada kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 2014 silam.

Para personil yang on board di kapal perang karya anak bangsa bergabung dengan tim evakuasi dari Basarnas untuk membantu serta mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Selain itu, turut tergabung dalam tim evakuasi satu regu Komando Pasukan Katak (Kopaska) dari Koarmada I, dilengkapi Sea Rider dan Landing Craft Utility (LCU).

Titik kordinat jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 telah di temukan, KRI Banda Aceh 593 akan memaksimalkan proses evakuasi dan mengangkut serpihan pesawat tersebut.

Kapal Karya Anak Bangsa

KRI Banda Aceh (593) merupakan salah satu jenis kapal Perang Republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock (LPD) yang pembuatannya dilakukan PT. PAL di Surabaya dan mulai beroperasi pada Maret 2011.

Kapal memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer, serta 21 tank dengan luas LPD 125 meter persegi. Kapal Landing Platform Dock dengan panjang 125 meter.

Kapal ke-4 yang dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan, kendaraan taktis, serta, kendaraan tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Kapal KRI Banda Aceh 593 dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang.

Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa juga langsung dari ruang mesin. Kapal juga dilengkapi peralatan rumah sakit darurat, hingga bisa difungsikan untuk pertolongan pertama.

Kapal LPD 125 meter didesain untuk memenuhi tugas operasi TNI AL yang di antaranya untuk Landing Craft Carrier, yakni Landing Craft Unit 23 m, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel termasuk troop carrier 354 troop, kru, tamu, dan officer.

Kapal karya anak bangsa kini dikerahkan Kolinlamil untuk evakuasi korban musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa. Selain itu, kapal juga bisa digunakan untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .