Berpredikat Operasional Tertinggi 2014, KRI Banda Aceh 593 Angkut Pemulangan Kogasgabpad Penanggulangan Bencana Lombok

KRI Banda Aceh 593 saat embarkasi personel dan material Kogasgabpad di Dermaga Carik, Lombok Utara.

LOMBOK UTARA— Tingginya jam berlayar KRI Banda Aceh 593, tahun 2014 mendapatkan sebuah penghargaan sebagai KRI Berpredikat Operasional Tertinggi Tahun 2014. Penghargaan itu didapat karena KRI Banda Aceh menjadi kapal yang berlayar dalam waktu paling panjang dibandingkan KRI milik TNI.

KRI Banda Aceh 593 juga melaksanakan tugas mendukung operasi angkutan laut pergeseran personel dan material pasukan yang akan melaksanakan tugas Satgas Pamtas atau Rahwan ke seluruh Indonesia khususnya perbatasan.

Sebelumnya juga tergabung dalam Satgas SAR melakukan pencarian korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. KRI Banda Aceh 593 juga membantu pencarian pesawat Air Asia QZ 8501 yang hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (28/12/2014).

Kapal karya anak bangsa tersebut akan melaksanakan debarkasi personel dan material di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta.

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), kembali mengerahkan kapal perangnya yang berada di jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta, dalam rangka mendukung pemulangan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana Lombok.

KRI Banda Aceh 593 yang dikomandani Letkol Laut (P) Ali Setiandi mendukung pergeseran personel dan material Kogasgabpad bencana gempa Lombok yang telah selesai melaksanakan tugas melalui Dermaga Carik, Lombok Utara, Rabu (21/11/2018).

Kapal perang jenis Landing Platform Dock ini mengangkut lebih dari 400 orang personel terdiri dari, personel Kogasgabpad, Yonzikon, Zeni Pasmar, Yonkesmar, Bekangdam, Yonzipur, dan Yonkes.

Sedangkan material yang turut diangkut 3 exca pc 70, 2 exca pc 200, 2 DT 5T, 6 DT 8T, 1 Breaker, 1 Loader, 2 Trailer, 4 NPS, kendaraan kecil, 2 Mobil Tangki Air, 2 Mobil Tangki BBM, 3 SPM, 2 Genset, 2 Ambulance, dan 3 kendaraan mobil.