KRI Banjarmasin 592 Tiba di Gorontalo Debarkasi Yonif 715/Motuliato

KRI Banjarmasin 592 debarkasi Satgas Pamtas RI-RDTL Batalyon Infanteri 715/Motuliato di Dermaga Kota Gorontalo. (Dispen Kolinlamil)

JAKARTA — Bersandar di pelabuhan kota Gorontralo. KRI Banjarmasin 592 menghantar Satgas Pamtas RI-RDTL Batalyon Infanteri 715/Motuliato yang selesai melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia dengan negara Republic Democratic Timor Leste. Para Satgas telah bertugas selama enam bulan menjaga daerah perbatasan, Minggu (25/11/2018).

Kapal perang TNI AL dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) melaksanakan debarkasi Yonif 715/ Motuliato, material dan perlengkapan seperti senjata perorangan, kendaraan truk dan kendaraan taktis yang dipergunakan dalam mendukung tugas operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia dan Timor Leste.

“Kami selalu siap untuk mendukung pergeseran pasukan dan material. Apalagi Kondisi kapal dan prajurit dalam keadaan siap layar” ujar Komandan KRI Banjarmasin 592 Letkol Laut (P) Yulis Andreas Lorentius.

KRI Banjarmasin 592 sehari-harinya berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya, berangkat dari pelabuhan Lantamal VII Kupang melaksanakan operasi lintas laut dan menempuh pelayaran selama 3 hari sejak Kamis (22/11/2018) dan tiba pada Minggu (25/11/2018) untuk mengembalikan pasukan Satgas Pamtas Timor Leste ini menuju ke kesatuan asalnya.

KRI Banjarmasin salah satu unsur KRI di bawah Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). ” KRI ini hasil karya anak bangsa yang dibangun di galangan PT PAL, dan bergabung resmi di Angkatan Laut pada tanggal 28 November 2009,” jelas Yulis Andreas.

KRI Banjarmasin merupakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) yang bangunan atas kapal berdesain “stealth” untuk mengurangi ”Radar Cross Section” sehingga tidak mudah ditangkap radar musuh. Getaran kapal yang rendah membuat pelayaran menjadi lebih nyaman.

Kapal dipersenjatai dengan 1 unit meriam kaliber 57 mm dan 2 unit senjata anti serangan udara yaitu meriam kaliber 40 mm di haluan dan dua meriam 20 mm di kanan dan kiri anjungan.

KRI BJM-592 didesain dapat dipasang senjata 1 unit meriam kaliber 100 mm dan dilengkapi sistem kendali senjata sehingga kapal memilki kemampuan mempertahankan diri.

“Kapal ini memiliki kemampuan angkut personil, kemudian ranratfib dan mengangkut lima Helikopter” ucap Andreas.

Komandan menjelaskan sesuai fungsinya, KRI Banjarmasin 592 selain sebagai kapal angkut juga mempunyai kemampuan docking dan undocking dalam rangka memproyeksikan kekuatan dari laut ke darat melalui landing craft unit, baik dalam operasi amphibi maupun operasi lainnya.

Kapal juga terlibat dalam operasi Satgas Merah Putih pembebasan KM Sinar Kudus di perairan Somalia, pelayaran Kartika Jala Krida taruna AAL ke Brunei Darussalam dan China serta pameran internasional di Italia dalam rangka Milan Expo 2015”.