Menjawab Perkembangan Pertahanan Keamanan Udara, AAU Seminarkan Ketahanan Nasional Era Revolusi Industri 4.0

Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang akan di laksanakan pada Rabu (12/12/2018) mendatang. (Pen AAU)

YOGYAKARTA — Pendidikan Akademi Angkatan Udara (AAU) berkompeten menyelenggarakan pendidikan pertama perwira sukarela TNI AU dan terpanggil untuk menyiapkan perwira hasil didik AAU yang mampu mengembangkan kemampuannya sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Demi mewujudkan tujuan dan kepentingan nasional untuk masa mendatang. Pertahanan nasional perlu dikenali potensinya sekaligus dikelola dan dibangun dengan sistem dan tata kelola yang sinergis dengan inovasi disruptif, tentunya dengan kompetensi edukasi berbasis “Internet of Things”.

Selaras dengan dengan tema Ketahanan Nasional  Pada Era Revolusi Industri 4.0, Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang akan di laksanakan pada Rabu (12/12/2018) mendatang.

Bertempat di Gedung Sabang Merauke (GSM) AAU Yogyakarta, pukul 08.00-15.30 WIB. Mengundang para Dosen dalam bidangnya yakni Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, Harry Budiharjo S, Frans Richard Kodong. Dengan keynote Speaker Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Ketahanan Pertahanan Keamanan 4.0 merupakan kondisi daya tangkal bangsa Indonesia. Melandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat,mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara yang dinamis.

Mengamankan pembangunan serta kemampuan mempertahankan kedaulatan Negara dan menangkal semua bentuk ancaman.

Ketahanan nasional diperlukan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintahan, seperti tegaknya hukum dan ketertiban, terwujudnya kesejahteran dan kemakmuran, terselenggaranya pertahanan dan keamanan, terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial, serta terdapatnya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasi diri.

Sistem Pertahanan Nasional perlu didukung Sumber Daya Manusia (SDM) terdidik secara original, yang siap beradaptasi dalam segala perubahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sangat cepat, yaitu (SDM) yang mempunyai kemampuan critical thinking, creative, communicative, collaborative, dan innovative.