Prajurit Satlinlamil Surabaya Latihan Semaphore, Membentuk Karakter Profesional

Jajaran Satlinlamil Surabaya melaksanakan kegiatan latihan Semaphore di lapangan apel Mako Satlinlamil, Surabaya, Kamis (8/11/2018). (Dispen Kolinlamil)

SATLINLAMIL, Surabaya — Jajaran Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya melaksanakan kegiatan latihan prosedur pengiriman dan penerimaan berita taktis dengan menggunakan bendera isyarat Semaphore di lapangan apel Mako Satlinlamil, Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Latihan diharapkan memberikan pengetahuan tentang penggunaan isyarat bendera semaphore, guna meningkatkan kemampuan operasional dan profesionalisme prajurit korps Komunikasi Satlinlamil Surabaya, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas harian.

Para prajurit mendapatkan materi tentang prosedur kirim atau terima berupa berita bahasa terang, berita bahasa sandi, berita bahasa inggris dengan menggunakan bendera isyarat semaphore.

Diikuti 30 prajurit Korps Komunikasi Staf, unsur KRI Jajaran Satlinlamil Surabaya, dan Mayor Laut (E) Suyoto sebagai pelaksana latihan Perwira (Palaklat).

Sejarah Semaphore

Pada awal abad ke-19, Semaphore digunakan dalam komunikasi kelautan. Bendera Semaphore menggunakan dua bendera, masing-masing bendera berukuran 45 cmx45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam namun yang lazim digunakan yakni warna merah dan kuning.

Semaphore juga salah satu bentuk isyarat yang digunakan pada perang sipil di Amerika Serikat. Bendera yang digunakan berwarna putih dan oranye. Orang yang ditugaskan melakukan isyarat bendera biasanya berdiri di sebuah tempat yang tinggi atau di lantai yang timgginya sekitar 2-3 meter dari permukaan tanah.

Komandan Satlinlamil Surabaya, Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto, Perwira Pemimpin Latihan (Papelat) mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan latihan untuk membentuk karakter dan profesionalitas korps komunikasi di jajaran Satlinlamil Surabaya agar lebih mempersiapkan diri, baik dalam penugasan dan latihan-latihan yang akan dilaksanakan.

Dalam latihan ini lebih mengutamakan pembinaan personel Komunikasi yang berdinas di KRI agar senantiasa menerapkan ilmu yang diperoleh dalam setiap kegiatan tugas operasi dan latihan.

Pada akhirnya, dapat menjadi prajurit korps komunikasi yang profesional sesuai dengan tugas pokok yang diemban.