KNTI Kota Semarang Gelar Kegiatan Bertajuk Obrolan Bahari

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang menggelar kegiatan bertajuk Obrolan Bahari dengan tema “Yang Muda Yang Berwirausaha”, Jumat (30/11/2018). (Humas KNTI)

SEMARANG — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang menggelar kegiatan bertajuk Obrolan Bahari dengan tema “Yang Muda Yang Berwirausaha” dengan narasumber seorang pengusaha muda Fazlur Rahman Aziz. Ketua KNTI Semarang, Slamet Ary Nugroho dalam sambutan menyampaikan bahwa salah satu program pengabdian (KNTI) dalam bidang ekonomi yakni mensejahterakan masyarakat pesisir terutama nelayan, Jumat (30/11/2018).

“Lewat kegiatan Obrolan Bahari diharapkan, ada pemuda yang hadir ditengah-tengah masyarakat pesisir dan mendorong kesehjahteraan mereka lewat wirasuaha bidang perikanan dan kelauatan.”

Senada yang sama disampaikan oleh Aziz, sepertiga wilayah Indonesia adalah laut, potensinya sangat besar. Lebih dari 6 juta ton ikan per-tahun yang dapat dihasilkan dari laut Indonesia, potensi tersebut cukup untuk mensejahterakan Indonesia.

“Bahwa nelayan Indonesia belum sepenuhnya bisa meng-eksplor seluruh Laut Indonesia. Jika potensi perikanan kelautan Indonesia dioptimalkan, kita bisa membayar hutang Indonesia. Namun karena masih ada kekurangan di manajemen dan adanya kendala lainnya, sehingga potensi ini belum bisa dimaksimalkan,” ujar Ary.

Yang Muda Yang Berwirausaha

Saat ini Aziz telah mendirikan PT. Asap Cair Multiguna (ACM) yang memproduksi asap cair dan produk lainnya. Produk Asap Cair, telah memiliki cabang di Medan, Riau, Aceh dan Jatim dalam waktu dekat akan membuka cabang di Jakarta. Asap Cair sendiri sudah lama ditemukan di Indonesia, kurang lebih 15 tahun. Bahkan beberapa restoran di perhotelan bintang 4 sudah banyak yang menggunakannya.

“Asap cair bukan hal yang baru, namun selama ini belum dikemas secara serius. Karnanya, saya bersama tim berusaha mengemasnya agar bisa menjadi produk yang mempunyai nilai beli yang baik”. ungkap Aziz.

Meskipun bukan barang baru, dalam pemasaran asap cair ini perlu diawali dengan pengenalan produk kepada publik. Salah satunya sinergi dengan pemerintah Kota Semarang, dimana mengimlentasikan asap cair kepada UMKM olahan ikan di salah satu kampung tematik yang ada di Kota Semarang.

“untuk pengenalan atau pemasaran asap cair ini, salah satunya kita jalin kemitraan dengan pemerintah kota semarang. Kita berikan sosialisasi penggunaan asap cair dan pendampingannya juga kepada UMKM, karna manfaat asap cair ini bisa memangkas cosh produksi dari UMKM tersebut.” Terang Aziz.

Anak muda atau calon wirausaha tidak boleh fokus hanya pada modal , mencari peluang dengan ikut program-program pemerintah atau seperti mencari investor lewat infishta dan lainnya.

“Niat merupakan nomer satu dalam berwirausaha, dan tentunya harus dijalankan. Jangan sampai hanya ide dipikiran saja. Jalinlah kemintraan untuk meminimalisir modal dan tentunya memperluas jaringan pemasaran,” tambah Aziz.