Siap Dukung Konservasi KRI, Pasminlog Satlinlamil: Jaga Semangat dan Kekompakan

KONSERVASI KRI – Penyampaian imbauan untuk mendukung konservasi KRI, Selasa (29/1/2019) (Foto: Kolinlamil)

SATLINLAMIL, Surabaya – Imbauan bagi para prajurit untuk saling mendukung proses konservasi KRI yang akan dilikuidasi disampaikan oleh Pasminlog Satlinlamil Surabaya Letkol Laut (T) Purwoko. Dalam arahan yang disampaikan pada seluruh jajaran Satlinlamil Surabaya pada selasa (29/1/2019) saat apel gabungan di Lapangan Gelanggang Perkasa, Mako Satlinlamil Surabaya tersebut, ia juga menyampaikan bahwa prajurit diharapkan dapat bekerja sama dengan instansi terkait, sehingga seluruh kegiatan berjalan lancar.

“Dukung kapal yang akan melaksanakan konservasi KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511. Dukung pelaksanaannya sehingga tidak ada kendala nantinya,” paparnya.

Perwira Staf Administrasi Logistik (pasminlog) dalam apel gabungan tersebut juga mengimbau agar para unsur KRI selalu waspada menjaga kebocoran dan kebakaran dengan menjaga kebersihan di lingkungan KRI.

“Jaga kebersihan lingkungan satuan kerja kita dan waspada akan kebocoran dan kebakaran di KRI maupun di ruangan-ruangan pendirat,” ujarnya menekankan.

Dalam kesempatan apel tersebut, pamen dengan dua melati di pundak juga menyampaikan pesan dari Komandan untuk menjaga kekompakan antarprajurit TNI dan Polri dengan menciptakan hubungan situasi yang harmonis serta sinergi dalam lingkungan kerja, sehingga akan dihasilkan output (hasil kerja) maksimal dalam menghadapi pileg dan pilpres

Lebih lanjut, Pasminlog juga memberikan arahan kepada para prajurit dan PNS jajaran Satlinlamil untuk tetap meningkatkan semangat dalam bertugas dengan meningkatkan latihan serta kemampuan.

“Dengan drill di masing-masing KRI untuk lebih memahami, tunjukkan profesionalisme prajurit,” ujarnya menegaskan pesan Komandan.

Imbauan pentingnya untuk membina hubungan komunikasi yang harmonis di lingkungan keluarga serta masyarakat sekitar dengan menunjukkan diri sebagai figur orang tua yang baik pun juga disampaikan oleh Pasminlog.

“Berilah contoh terbaik, jauhkan narkoba dan hindari asusila. Tidak ada ampun karena hukuman sudah jelas. Jaga kesehatan dengan berolah raga secara rutin untuk menjaga stamina agar selalu prima dalam melaksanakan tugas. Berkaryalah untuk keluarga sehingga akan berguna untuk mendukung kemajuan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di kedinasan,” tegasnya.

Siap Siaga Menghadapi Kondisi Darurat

 

Perintah agar KRI-KRI selalu siap siaga menghadapi kondisi darurat juga pernah disampaikan oleh Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksma TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. Kesiapsiagaan tersebut meliputi kecepatan untuk hadir di daerah operasi, seperti dalam mendukung penanggulangan bencana atau SAR.

“Untuk mengantisipasi kesiapsiagaan dalam rangka operasi militer selain perang (OMSP) kapal-kapal Kolinlamil harus selalu dalam keadaan siap,” ujar Panglima Kolinlamil kepada jajaran Satlinlamil Surabaya, Jumat (18/01/2019).

KRI di jajaran Kolinlamil yang sudah berusia lanjut tetap di-maintenance untuk mendukung operasi, meskipun ada pula alutsista baru yang merupakan KRI hasil produksi industri dalam negeri.

Kolinlamil terus mengupayakan program modernisasi alutsista melalui pengadaan, revitalisasi, dan rematelialisasi sebagai realisasi untuk meningkatkan kemampuannya.

Saat ini, Kolinlamil memiliki 13 kapal perang, diantaranya KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Bone 511, KRI Teluk Parigi 539, KRI Teluk Lampung 540, KRI Teluk Bintuni 520, dan KRI Banjarmasin 592. KRI tersebut berada di bawah binaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya. Ada pula KRI yang berada di bawah binaan Satlinlamil Jakarta, seperti KRI Teluk Amboina 509, KRI Tanjung Kambani 971, KRI Tanjung Nusanive 973, KRI Teluk Manado 573, KRI Teluk Hading 538, KRI Mentawai 959, dan KRI Banda Aceh 593.

Kolinlamil sebagai Kotama Binops merupakan pembina tunggal Angkutan Laut, sehingga perlu membina kemampuan sistem angkutan laut militer, membina potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara di laut serta membina kesiapan operasional. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk realisasi peningkatan kekuatan dan pelaksanaan angkutan laut TNI meliputi personil, alat peralatan, dan pembekalan yang bersifat taktis, strategis, dan administratif.