Latihan Kepemimpinan Taruna AAL Tingkat III, Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan

Latihan Kepemimpinan Taruna AAL Tingkat III berlangsung di Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran di Juanda, Surabaya selama 4 hari. (Foto: aal.ac.id)

Surabaya- Departemen Kepemimpinan Akademi Angkatan Laut (AAL) mengadakan Latihan Kepemimpinan III (11/03/2019). Latihan kepemimpinan yang berlangsung di Pusat Latihan dan Pendidikan Dasar Kemiliteran di Juanda, Surabaya ini berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 11 sampai dengan 14 Maret 2019.

Pelatihan kali ini diikuti oleh 97 Taruna AAL tingkat III angkatan ke-65. Kepala Departemen Kepemimpinan (Kadeppim) AAL Kolonel Marinir Binsar P. Nainggolan, mengatakan tujuan latihan kepemimpinan II adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada Taruna AAL tingkat III melalui pengembangan karakter individu, pembangunan tim, kerjasama kelompok serta peningkatan kepercayaan diri, motivasi, kejujuran dan keberanian untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan.

“Harapannya selesai melaksanakan latihan ini, para Taruna mampu menunjukkan sikap kepemimpinan, khususnya aspek kemampuan mengendalikan diri, antusiasme yang tinggi, obyektivitas menyatakan pendapat dan ketauladanan,” Jelasnya lagi.

Menurutnya lagi, 97 Taruna AAL tingkat III angkatan ke-65 yang mengikuti latihan kali ini bisa meningkatkan kepercayaan terhadap dirinya. Selain itu, yang tidak kalah penting ialah mengasah ketrampilan berfikir peserta.

“Selain itu juga mampu menunjukkan sikap percaya diri dan penghargaan terhadap orang lain, melatih keterampilan berkomunikasi dan pengambilan keputusan serta keterampilan berpikir sistematis”, imbuhnya lagi.

Selama empat hari para Taruna menerima materi latihan diantaranya Neuro Associative Conditioning (NAC), berbagai Game/Outbound, Dinamika Kepemimpinan yang meliputi Pilkom/Impromtu dan Studi Kasus serta diakhiri Wisata Hutan Mangrove.

Jiwa Kepemimpinan TNI AL

Kepemimpinan merupakan hal yang sangat penting, karena kepempinan merupakan hal yang akan membawa bangsa dan negara kita ke arah pencapaian tujuan perjuangan. Kapan dan bagaimana tujuan perjuangan itu dapat dicapai, akan banyak tergantung pada sifat, bentuk dan kualitas kepemimpinan yang ada. Di masa mendatang, masalah yang dihadapi seorang pemimpin semakin rumit dengan eskalasi perubahan yang sangat tinggi.

Menurut  Jacobs dan Jacques (1990:281), kepemimpinan merupakan sebuah proses memberi arti terhadap suatu usaha kolekif, dan mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran. Sedangkan pendapat lai terkait dengan kepemimpinan ialah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekolompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan (Sutarto:1998).

Kepemimpinan TNI AL sangat diperlukan untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik, karena posisinya yang berada pada kedudukan yang sangat menentukan untuk menjadi panutan bagi anggota serta unsur pemimpin di bawahnya.

Kepemimpinan TNI AL. Adalah seni dan kecakapan dalam mempengaruhi dan membimbing orang atau bawahan sehingga dari pihak yang dipimpin timbul kemauan, kepercayaan, dan ketaatan yang diperlukan dalam penuaian tugas-tugas yang dipikulkan padanya, dengan menggunakan alat dan waktu, tetapi mengandung keserasian antara tujuan kelompok atau kesatuan dengan kebutuhan-kebutuhan atau tujuan-tujuan perorangan (Deden Ependi: 2011).