Pemerintah Target 4,7 juta Jargas SR Pada Tahun 2025

KEMENKO MARITIM : Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) (28/02/2019). Melalui Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Amalyos rapat kali ini membahas mengenai penyelesaian kendala pembangunan jaringan distribusi gas (jargas) bumi di Kota Bontang T.A 2017.

Bontang, Kalimantan Timur – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) (28/02/2019). Melalui Asisten Deputi Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Amalyos rapat kali ini membahas mengenai penyelesaian kendala pembangunan jaringan distribusi gas (jargas) bumi di Kota Bontang T.A 2017.

Selain itu, pembahasan juga mengenai evaluasi pembangunan T.A 2018. Rapat yang berlangsung di Hotel Bintang Sintuk, Kota Bontang ini juga membahas mengenai target pemerintah dalam pembangunan 4,7 juta jargas sambungan rumah tangga (SR) pada tahun 2025 mendatang.

“Kita mengadakan rakor ini sebagai upaya menyelesaikan kendala-kendala yang ada dalam pembangunan jargas guna mencapai 4,7 juta jargas SR pada tahun 2025 sesuai target Jargas Dalam RUEN (Rencana Umum Energi Nasional-Perpres 22 tahun 2017),” kata Asdep Amalyos di lokasi.

Menurutnya, di tahun 2017 tercatat sudah terpasang jargas sekitar 235.925 SR dan tahun 2018 tercatat sekitar 324.115 SR. Hal ini diupayakan semakin meningkat dari tahun ke tahun, mengingat beban subsidi yg sangat besar harus ditanggung oleh pemerintah jika terus-menerus menggunakan gas tabung/ LPG.

“Kami berharap agar pemasangan jargas ini terus meningkat. Diketahui sejak tahun 2001-2007, Indonesia telah mengimpor LPG dengan total nilai mencapai USD 19 Milyar, yang jika dibahas anggaran ini sungguh luar biasa. Ini menjadi concern Kementerian/Lembaga (K/L) terkait,” jelasnya.

Pengembangan Jargas di Kota Bontang

Sebanyak 8.000 warga penduduk Kota Bontang mulai menggunakan jaringan gas (Jargas) bumi sebagai pengganti dari gas elpiji tabung. Penggunaan Jargas tersebut seiring pembangunan stasiun dan instalasi sambungan Jargas di kota tersebut.

Bagaimanapun, pengembangan Jargas di Kota Bontang memang harus diperhatikan. Beberapa laporan yang diterima oleh pemerintah dari Walikota Bontang ialah adanya kendala dalam pembangunan jargas oleh PT.

“Torindo Utama Sakti, di mana pada tahun 2017 sesuai target pembangunan sebesar 8000 SR, namun yang beroperasi baru 600 SR. Langkah awal yang telah dilaksanakan, kami berinisiatif mengambil membicarakan permasalahan tersebut dengan K/L serta pihak-pihak terkait. Selanjutnya kami harapkan apa yang sudah disepakati sebelumnya ada komitmen para pihak untuk penyelesaian atas masalah yang ada secara komperehensif serta apa-apa yang sudah disepakati, dapat mendorong upaya percepatan permbangunan Jargas di Kota Bontang ini,” pungkas Asdep Amalyos.

Agar terjadi percepatan tersebut, lanjut Asdep Amalyos, pemerintah baru-baru ini telah mengeluarkan kebijakan untuk mendukung percepatan pembangunan jargas secara nasional yaitu Perpres 6 Tahun 2019 mengenai kebijakan yang mengatur tentang penyediaan dan pendistribusian jaringan transmisi atau distribusi gas bumi untuk rumah tangga dan pelangggan kecil.

Sementara itu, hadir pula dalam rapat kali ini Walikota Bontang Neni Moerniaeni. Walikota Neni berharap pertemuan bisa memberikan solusi, di mana dirinya menargetkan tahun 2020 di seluruh Bontang sudah tersedia pipa induk untuk jargas tersebut.

“Semoga pertemuan ini menjadi pertemuan yang bisa memberikan solusi, karena kalau bisa saya sampaikan, bahwa di Kota Bontang ini dengan proyek jargas 8000 SR untuk 11 kelurahan sangat bermasalah sekali. Ini kami berulang kali didemo ini itu. Kami berharap segera terselesaikan, karena ini ada tanggungjawab, ada solusinya. Kita tidak mau permasalahan ini menjadi melebar, kita mau permasalahan ini segera selesai,” jelasnya.

Menurutnya, tahun 2020 nanti, hampir 18.000 rumah tangga di Bontang akan dipasang Jargas. Hanya ada satu di Kelurahan Bontang Lestari yang tidak punya pipa induk mennurutnya. Sedangkan 14 kelurahan lain sudah memiliki Jargas. (Tri M)