Resmikan Program Magang Bersertifikat, Pelindo 1 Selenggarakan Induksi PMMB

Peresmian program magang bersertifikat oleh Pelindo 1. Program ini bekerjasama dengan empat belas universitas dari dalam dan luar Sumatera Utara. (Foto : Pelindo 1)

Medan– PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengadakan induksi Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) (12/03/2019). Mengangkat tema “Learn and Work Together“ acara ini berlangsung di Ruang Selat Malaka Kantor Pusat Pelindo 1 Medan.

Sejak 2018 hingga 2019 ini Pelindo 1 mengagendakan bekerjasama dengan empat belas universitas dari dalam dan luar Sumatera Utara yakni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Panca Budi, Universitas Sari Mutiara, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Medan Area, Universitas Negeri Medan, Universitas Prima Indonesia, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjung Pinang, Institut Teknologi Medan, Politeknik LP3I Medan dan Politeknik Batam.

“Sebanyak 56 mahasiswa dari berbagai macam program studi memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman bekerja di Pelindo 1 selama enam bulan. PMMB merupakan gagasan Kementerian BUMN yang merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempersiapkan individu yang mampu bersaing dan berkompetisi menghadapi persaingan di era globalisasi,” terang M. Hamied Wijaya, selaku Direktur SDM dan Umum Pelindo 1.

Program Induksi ini bertujuan untuk mempersiapkan mental mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, mengenalkan kegiatan bisnis Pelindo 1, memberikan pemahaman etika di perusahaan, dan mengajarkan tata nilai dan budaya perusahaan. Bukan hanya ini saja, untuk meningkatkan teamwork mahasiswa magang, Pelindo 1 juga mengadakan kegiatan outbond pada Selasa, 12 Maret 2019 di Medan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kerjasama tim, kemampuan analisa dan pola pikir, menumbuhkan arti penting kebersamaan, membangun rasa percaya diri dan menganalisa kemampuan dan potensi individu.

Program Magang Mahasiswa Bertifikat (PMMB) dilakukan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk menyalurkan potensi dan menggali pengalaman bekerja secara langsung di BUMN.

“Semoga program ini nantinya mampu mendorong semangat mahasiswa magang untuk memberikan kontribusi terbaik dan bekerja dengan sepenuh hati dalam menunjukkan bakat dan potensi mereka selama masa magang berlangsung. Harapannya di tahun depan, Pelindo 1 bisa menerima lebih banyak mahasiswa magang bersertifikat lagi untuk mencetak SDM yang profesional, terang M. Hamied Wijaya.

Hamied Wijaya juga menambahkan bahwa Pelindo 1 membuka peluang untuk melakukan kerja sama dalam bidang lain dengan berbagai universitas yang bertujuan untuk pengembangan SDM selain pelaksanaan PMMB.

“Pelindo 1 selalu ingin turut berkontribusi dalam mencetak SDM yang handal sebagai salah satu wujud nyata dalam mewujudkan tujuan BUMN yang Hadir Untuk Negeri,” tutup M. Hamied Wijaya.

Menurunkan Angka Pengangguran

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Februari 2010 angka pengangguran terbuka mencapai 8,59 juta orang dengan 1,22 juta orang atau 14,24% diantaranya adalah pengangguran terdidik dengan kualifikasi pendidikan sebagai sarjana.

Data BPS memperlihatkan, pada Februari dan Agustus 2009, pengangguran sarjana masing-masing hanya 12,94 persen dan 13,08 persen. Dalam rilis BPS per Februari ini mencatat jumlah pengangguran terbuka berdasarkan riwayat pendidikan tertinggi ditempati oleh pendidikan diploma I/II/III yang mencapai 15,71 persen dari 8,59 juta pengangguran.

Sementara untuk pengangguran lain dengan angka pengangguran total 8,59 juta pengangguran masing-masing adalah lulusan universitas 14,24 persen, SMK 13,81 persen, SMA 11,9 persen, SMP 7,55 persen, dan SD ke bawah 3,71 persen (Karunia, 2012).

Dalam data terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu pada bulan Agustus 2017, jumlah pengangguran terbuka mencapai 5,50% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia atau sekitar 12 juta penduduk yang diantaranya merupakan pengangguran terdidik dengan presentase sebesar 12,6% untuk tingkat lulusan universitas.

Tingginya angka pengangguran tentu menjadi PR tersendiri dari pemerintah. Masalah ini mau tidak mau harus segera terselesaikan. Apalagi dengan datangnya revolusi industri 4.0 dengan bonus demografi yang terjadi. Maka, peningkatan skill bagi individu menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan ini. (Tri)