Pelindo III Tekankan Digitalisasi Pelabuhan dalam Proses Bisnis

Pelindo III menggelar focus group discussion (FGD) tentang tren digitalisasi pelabuhan dengan mengundang pengelola Pelabuhan Rotterdam, Belanda, di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya, Kamis (16/5). (Pelindo III)

Surabaya – Digitalisasi pelabuhan tengah menjadi tren di era teknologi, yang diharapkan bisa memecahkan masalah yang ada. Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho mengakui pentingnya peran pelabuhan dalam mendorong integrasi tidak hanya antarproses bisnis di pelabuhan, melainkan hingga di jaringan rantai pasok, dan ia menekankan bahwa inovasi teknologi informasi (TI) harus bisa membantu proses bisnis ini.

“Setelah implementasi TI menjadi solusi, berikutnya ialah mendorong integrasinya. Arsitektur TI yang dibangun harus tepat, agar jika ada perubahan tetap efisien proses perubahannya,” tegasnya.

Toto melanjutkan, pihaknya sangat berkomitmen dalam mendorong adanya digitalisasi pelabuhan, termasuk dengan melihat potensi untuk menjadi market place.

Pentingnya digitalisasi pelabuhan dalam menjawab tantangan yang ada juga ditekankan oleh Digital Expert Pelabuhan Rotterdam Monica Swanson. Ia mengatakan, bila perusahaan memiliki orang yang tepat untuk mengelola sistem TI, dan sistem tersebut nantinya bisa menyatukan karyawan milenial dan senior untuk bisa bekerja sama, maka digitalisasi pelabuhan bisa sangat menguntungkan.

“Tantangannya ialah bagaimana membuat komunitas maritim lintas institusi di pelabuhan dan pelayaran, bahkan di sepanjang rantai pasok, untuk bersama-sama mendigitalisasi proses bisnisnya,” tutur Monica.

Menurutnya, jalan keluar dari tantangan tersebut ialah dengan meminta para pemangku kepentingan yang merupakan business owner untuk mengisi sendiri data mereka untuk dibagikan ke modul-modul yang disiapkan. Hal tersebut akan membuat mereka lebih nyaman dan mengikis isu kepercayaan.

Monica kemudian menegaskan bahwa pelabuhan akan tertinggal dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan jika tidak mengadaptasi digitalisasi pelabuhan. Karena sistem ini akan sangat membantu kebutuhan para pengguna jasa, juga sangat berpotensi untuk mereduksi biaya-biaya yang tidak diperlukan dalam bisnis.

“Mengembangkan TI dengan tujuan bersama akan menjadi win-win solution. Kesulitan teknis akan diatasi bersama. Jutaan dollar dari kegiatan yang tidak efisien bisa dibereskan,” ujarnya.

Pola Pikir adalah Kunci

Digitalisasi pelabuhan memang dianggap potensial untuk meningkatkan efisiensi pada seluruh jaringan rantai pasok. Namun sebenarnya, kuncinya terletak pada perubahan pola pikir, bukan semata faktor teknis. Hal ini ditekankan oleh Partner & Managing Director The Boston Consulting Group Sanjaya Mohottala. Menurutnya, pemain dalam industri perlu memulai pemikiran yang lebih holistik terkait dengan apa yang bisa dicapai dengan penerapan teknologi baru.

Terkait pola pikir dalam digitalisasi pelabuhan ini juga disorot oleh Chief Executive Sinergy Marine Group Capt. Rajesh Unni. Ia mengingatkan bahwa pekerja di pelabuhan harus tahu bagaimana mengelola, membaca, dan memanfaatkan data.

“Apakah mengusasi data menjadi raja bila tidak tahu bagaimana memanfaatkannya? Inilah pemikiran yang harus diubah,” ujarnya.

Pola pikir yang luas memang perlu dimiliki oleh sumber daya manusia yang ada. Dalam hal ini, Senior Manager Perencanaan Strategis dan Kinerja Perusahaan Pelindo III Prasetyo lebih menekankan pada pelayanan kepada para pengguna jasa. Dengan bantuan teknologi, SDM yang ada bisa lebih difokuskan untuk menciptakan inovasi bagi pelayanan pengguna jasa.

“Dengan bantuan teknologi untuk mengurus beberapa hal, maka manusia bisa lebih fokus untuk mengembangkan layanan yang lebih personal lagi untuk setiap pengguna jasa yang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *