Himapikani Wilayah III Suarakan Kebersihan Lingkungan di Area CFD Semarang

Himapikani menggelar kampanye kebersihan lingkungan dan gerakan mengurangi sampah plastik di area CFD Simpang Lima Semarang, Minggu (30/6/2019). (Himapikani Wilayah III)

Semarang – Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) wilayah III mengkampanyekan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, Minggu (30/6/2019). Kampanye yang digelar di sepanjang jalan depan Kantor Gubernur Jawa Tengah hingga kawasan Simpang Lima ini ingin mengajak masyarakat khususnya di kota Semarang untuk turut peduli akan kebersihan lingkungan.

Dengan membawa berbagai atribut dari sampah dan tulisan-tulisan ajakan maupun sarkasme, puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah dan DIY ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik.

Koordinator Himapikani wilayah III Falih Nasrullah menerangkan, kegiatan ini dilatarbelakangi dari keresahan terhadap banyaknya masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kurang bijak dalam penggunaan plastik. Sebelum melakukan kampanye ini, pihaknya juga telah mengadakan diskusi dengan Atmosphere (komunitas penggiat lingkungan di Semarang).

“Saya bersama dengan kawan-kawan mahasiswa perikanan mengadakan kampanye ini, sebagai langkah kecil untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dapat dilihat, di car free day ini pun banyak ditemukan sampah-sampah yang tidak pada tempatnya. Beberapa masyarakat masih enggan untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya beberapa saat setelah melakukan orasi.

Salah satu warga Semarang yang tengah mengikuti kegiatan CFD mengakui bahwa di wilayah tempat tinggalnya masih belum memiliki kesadaran tinggi dalam hal kebersihan lingkungan Padahal menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari diri sendiri, salah satunya diwujudkan dengan membuang sampah pada tempatnya. “Di semarang sendiri masyarakatnya masih setengah-setengah dalam menjaga lingkungan sekitar. Ada yang peduli banget dan ada yang tidak peduli sama sekali” tutur Fajri.

Gerakan Kurangi Sampah Plastik

Sembari membawa poster dan tulisan-tulisan beserta atribut bertemakan sampah, personil Himapikami bersama Komunitas Lingkungan Atmosphere juga melakukan aksi pungut sampah sepanjang jalan di mana kampanye dilakukan. Dari hasil aksi tersebut, didapatkan cukup banyak sampah plastik yang didominasi oleh botol plastik dan kemasan makanan.

Negara Indonesia tercatat sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun, jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg.

Falih Nasrullah pun mengajak kepada seluruh anggota Himapikani untuk turut andil dalam mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Seperti yang telah masyarakat ketahui, bahwa sampah plastik tidak hanya berdampak di sekitar lingkungan tempat masyarakat hidup, namun juga berpengaruh pada kondisi perairan, baik pada kualitas perairan dan biota perairan yang hidup di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *