Ekspedisi Pesisir 2019, Eksplore Potensi Perikanan

Dihadiri oleh 70 Mahasiswa Perikanan Jawa Tengah & D.I.Y, Himapikani (Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia) Wilayah III menggelar Ekspedisi Pesisir di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Jumat-Senin (2-5/08/2019). (Foto: Himapikani)

Tegal-  Himapikani (Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia) Wilayah III menggelar Ekspedisi Pesisir di wilayah Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Jumat-Senin (2-5/08/2019). Ekspedisi Pesisir kali ini dihadiri 70 Mahasiswa Perikanan Jawa Tengah & D.I.Y.

Kegiatan ini, diawali dengan sambutan oleh Koordinator Himapikani Wilayah III, Falih Nasrullah dan Dekan FPIK Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UPS Tegal, Dr. Ir. Sutaman.

“Tujuan diadakan Ekspedisi Pesisir kali ini untuk yakni untuk mengeksplore potensi perikanan di pesisir pantai utara demi mewujudkan Perikanan yang berkelanjutan,” jelas Falih Nasrullah.

Menurutnya lagi, data yang didapatkan pada Ekspedisi Pesisir kali ini akan direkomendasikan kepada pihak, Stakeholder, Dkp Provinsi & KKP.

“Hasil ekspedisi nanti akan direkomendasikan ke Dinas Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Kelautan Dan Perikanan,”  katanya.

Konsep Acara Ekspedisi Pesisir Himapikani Wilayah III yaitu Mahasiswa akan melakukan riset atau terjun lapangan dan terbagi menjadi 3 lokasi yaitu sektor Budidaya, Pengolahan & Penangkapan di kawasan Tegal.

Ekspedisi Pesisir kali pertama ini melibatkan mahasiswa se Jateng dan DIY, di antaranya Universitas Jendral Soedirman, Universitas Tidar, Universitas Undip, Universitas APY, Universitas Pekalongan, dan Universitas lainnya.

Solusi Konkret

Kegiatan yang melibatkan puluhan mahasiswa perikanan di Jateng dan DIY, menghasilkan rekomendasi untuk pembenahan budi daya ikan.

Sejumlah rekomendasi yang akan dikirimkan, di antaranya dari sektor penangkapan ikan nelayan Muarareja mengharapkan setelah kegiatan ekspedisi, mahasiswa perikanan Jateng DIY memperjuangkan keluh kesah dari nelayan.

Selain itu, dari sektor budi daya ikan petani tambak mengharapkan solusi kongkret atas hasil Ekspedisi Pesisir. Dari sektor pengolahan perikanan mengharapkan problematika sebelumnya akan dituntaskan setelah kegiatan Ekspedisi Pesisir..

Selain itu, untuk riset lapangan per lokasi, para peserta diharuskan menginap di rumah salah satu warga guna berinteraksi dengan warga. Tidak hanya itu, para peserta ekspedisi bisa mengetahui secara langsung masalah budi daya, penangkapan, dan pengolahan ikan.

“Setelah riset lapangan selesai, para peserta melakukan field trip di Waduk Cacaban dengan agenda penyebaran benih ikan nila yang berjumlah 2.000 benih,”  terangnya.

Kegiatan Ekspedisi Pesisir diakhiri dengan seminar nasional call for papers di Auditorium Universitas Pancasakti Tegal bertemakan Mewujudkan Pengembangan Perikanan dengan Meningkatkan Potensi Sumber Daya Manusia dalam Menghadapi Revolusi 4.0.