Pelindo I Lakukan Transfromasi Bisnis untuk Menyambut Industri 4.0

M Hamied Wijaya, Direktur SDM PT Pelabuhan Indonesia menjadi salah satu pemateri kuliah perdana mahasiswa Universitas Al Azhar Medan. (Foto: Pelindo 1)

Medan- Direktur SDM PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I (Persero) M Hamied Wijaya membagikan cara untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

“Ada tiga hal yang dibutuhkan seseorang untuk disebut sebagai SDM Unggul dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” kata Hamied saat mengisi kuliah perdana mahasiswa Universitas Al Azhar Medan, Senin (16/9).

Hal pertama, kata dia, kemampuan untuk berbahasa asing. Hamied mengatakan kemampuan bahasa Inggris menjadi pondasi dari seluruh bahasa asing yang bisa diperkuat dengan memiliki sertifikat TOEFL dengan nilai di atas rata-rata.

Selain itu, Hamied menyarankan para mahasiswa untuk turut aktif dalam kegiatan internal dan eksternal kampus. Hal itu diperlukan untuk mengasah soft skill. Yang ketiga, lanjut Hameid, nilai yang baik dan progresif dengan memiliki IPK di atas rata-rata.

Saat ini Pelindo I telah memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk aktivitas administrasi dan surat menyurat yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Seluruh aktivitas administrasi, kata dia, tidak lagi secara manual sehingga mendukung gerakan paperless.

“Pelindo I sudah banyak melakukan transformasi, sehingga karyawan Pelindo I bisa bekerja lebih efisien dan efektif,” ujar Hamied.

Transformasi Teknologi

Dalam kuliah perdana tersebut juga dilanjutkan dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk Program Magang Mahasiswa Bersertifikat antara Pelindo I dan Universitas Al Azhar. Dengan kerja sama tersebut, Pelindo I memberikan kesempatan untuk mahasiswa magang agar dapat merasakan pengalaman bekerja serta mempersiapkan diri untuk bersaing dalam dunia kerja.

Rektor Universitas Al Azhar Dermawan Hutagaol merasa bersyukur karena Pelindo I dapat hadir di sini dalam kuliah Perdana Mahasiswa Baru Universitas Al Azhar.

“saya harap dengan adanya kegiatan  seperti ini dapat memotivasi mahasiswa khususnya dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi Industri 4.0” ujar Dermawan.

Sementara itu, Pembina Yayasan Rachmah Nasution, Machyuzar Nasution, mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Kuliah Perdana  tersebut. Machyuzar berterimakasih kepada Pelindo I yang telah bersedia hadir untuk mengisi materi kuliah perdana ini.

“Karena tidak dapat kita pungkiri pengembangan SDM yang unggul itu sangat penting dalam menghadapi Industri 4.0,” tutur Machyuzar.