Refly Harun: Pelindo Cabang Tembilahan Harus Memikirkan Cost and Benefit

Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Refly Harun, laksanakan kunjungan kerja ke Kantor PT Pelindo I. (Foto: Pelindo 1)

Riau- Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Refly Harun, melakukan peninjauan fasilitas pelabuhanan domestik bongkar muat yang dikelola PT Pelindo I cabang Tembilahan.

Peninjauan ini dilaksanakan usai kunjungan kerja ke Kantor PT Pelindo I Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (6/9/2019).

Demi meningkatkan publik service pengguna jasa, Refly Harun meminta agar Pelindo memperbaiki terminal penumpang demi kenyamanan pengguna jasa, agar keuntungan perusahaan maksimal.

“Harus ada rencana yang besar, maka dari itu harus meningkatkan publik servic kepada pengguna jasa agar keuntungan perusahaan dapat maksimal,”

Refly Harun berharap Pelindo Cabang Tembilahan harus memikirkan dua hal, cost and benefit, karena harus ada proyeksi pengembangan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keuntungan kedepan.

Mengenai meningkatkan pelayan publik secara maksimal, Refly Harun meminta agar penegak hukum menindak oknum-oknum yang melakukan praktek monopoli mencari keuntungan di pelabuhan.

“Kami meminta kepada jendral manager di sini untuk membereskan praktek monopoli. Kami juga meminta bantuan kepada regulator meningkatkan disiplin menegakkan regulasi peraturan,” jelasnya.

Tingkatkan Pelayanan Publik

Didampingi oleh Komite Audit Edi Heri Sutanto, Humas Pelindo Pusat Heri Yansyah dan Ketua DPP SP Kamal Akhya, dalam kunjungannya, Refly Harun mengaku, semenjak di angkat menjadi Komisaris Utama pada 7 September 2018 lalu, ia telah mengunjungi 16 cabang  PT Pelindo I dari 17 cabang yang tersebar, dan Tembilahan merupakan kunjungan yang ke 17.

Ia langsung melihat aktivitas operasional bongkar muat di pelabuhan Pelindo yang dikenal masyarakat Inhil pelabuhan Baruna.

Usai peninjauan, Refly Harun mengintruksikan Gendral Menejer (GM) PT Pelindo cabang Tembilahan, Yusrizal,  agar membenahi pelabuhan bongkar muat serta terminal penumpang diperbaiki dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

“Mudah-mudahan pelabuhan ini bisa dikelola dengan baik. Harus ada perubahan kedepan, saat ini pelabuhan ini berbahan kayu, pada 2021 nanti dapat dibangun pelabuhan beton dan 2022 nanti saya berharap ponton juga diganti,” kata Retly Harun.