Skyreach Luncurkan SAILINK-Maritime Satellite Communication

Peluncuran SAILINK – Maritime Satellite Communication yang merupakan solusi komunikasi satelit di bidang maritime. (Foto: Skyreach)

Jakarta- Skyreach meluncurkan “SAILINK – Maritime Satellite Communication” di Hall D JIExpo Kemayoran, Kamis (29/8/2019). SAILINK  merupakan solusi komunikasi satelit di bidang maritim yang dapat menjadi standar baru di Indonesia. Skyreach sendiri merupakan penyelenggara jasa telekomunikasi yang berlisensi Kominfo RI.

SAILINK diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Apalagi, internet kini menjadi kebutuhan prioritas bagi industri maritim. Tidak hanya sebagai hiburan, internet digunakan untuk komunikasi operasional dan bantuan dalam keadaan darurat, demi kelancaran operasional sebuah kapal.

Mengingat Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, sungguh pantas bila sektor bisnis maritim menyimpan potensi besar. Namun, potensi besar ini belum sepenuhnya didukung dengan berbagai faktor, salah satunya internet.

Solusi ini dapat memenuhi kebutuhan komunikasi data, suara, dan streaming, dengan cakupan koneksi yang luas di Indonesia, Asia, dan Australia. SAILINK juga telah terintegrasi dengan satcomm dan hardware TVRO, serta terdapat pula GPS Position dan IoT (Internet of Things) dalam membantu kelancaran operasional kapal. Tidak lupa, dukungan dari Ninmedia TV (partnership) yang dapat memberikan free TV channel lokal, dalam satu Solusi SAILINK.

Produk SAILINK

Dengan semangat untuk memajukan industri telekomunikasi dan maritim yang ada di Indonesia, Skyreach berharap “SAILINK” bisa menjawab segala tantangan komunikasi untuk menjadi pilihan utama bagi Industri pelayaran yang ada di Indonesia, sebagai standart baru komunikasi maritim di perairan Indonesia.

Produk SAILINK memiliki kuota dengan harga lokal, saat kapal berlayar di perairan Indonesia, dan kuota internasional baru akan berlaku setelah kapal menyetuh perairan internasional. Hal ini menjadi daya tarik, karena penyedia layanan jasa sebelumnya berasal dari luar Indonesia, sehingga kuota yang diterapkan bersifat roaming meskipun kapal hanya berlayar di perairan Indonesia.

Dilengkapi dengan tim engineer, network operation center, dan pengiriman barang yang beroperasi selama 24 jam serta melayani dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *