Kolinlamil Gelar Seminar Seputar Literasi Digital

Foto bersama narasumber dalam acara Seminar Literasi Digital Kamis (31/10). (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta- Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menggelar Seminar Literasi Digital Kamis (31/10). Seminar kali ini bertujuan untuk mengajak peserta cerdas dalam bermedia sosial.

Dalam sambutannya, Panglima Kolinlamil Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono, yang dibacakan Kaskolinlamil mengatakan bahwa kemajuan teknologi digital dan internet di era milenial ibarat pisau bermata dua.

“Masifnya berita-berita bohong atau hoax hingga informasi yang menyesatkan (mislead) sangat berpotensi menggiring masyarakat melakukan tindakan- tindakan yang tidak terpuji dan memicu makin maraknya kriminalitas dijagat maya (Cyber Crime) dan tidak jarang menyulut permusuhan. Untuk itu seminar ini sangat penting dilaksanakan agar kita khususnya prajurit Kolinlamil dapat memahami pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara tepat guna” jelas Kaskolinlamil.

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait dua sisi dari media sosial. Disatu sisi membawa manfaat bagi masyarakat pengguna untuk mendapatkan akses lebih luas  dan cepat atas segala bentuk informasi. Namun disisi lain dapat menimbulkan masalah tersendiri dalam hubungan sosial yang sangat berdampak pada gaya hidup masyarakat yang dapat mempengaruhi pembentukan karakter bangsa.

Seminar kali ini berlangsung di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Seminar yang dibuka Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI Dwika Tjahja Setiawan, mewakili Panglima Kolinlamil ini diikuti oleh sekitar 100 prajurit jajaran Kolinlamil, perwakilan Mabesal, Koarmada I dan Lantamal III.

Literasi Digital

Pada materi cerdas bermedia sosial oleh Rangga Adi Negara, Kasi Perencanaan Literasi Digital Kominfo menyampaikan, perkembangan teknologi dan informasi sudah melesat hebat begitu cepatnya, mudah akses informasi didapat.

“Saat ini dari survei ada 171,17 juta penduduk Indonesia pengguna Internet dari 264,16 jumlah penduduk,” kata Rangga Adi Negara.

Menurutnya di medsos berhak kirim apa saja dan menjadi pembaca beda dengan media cetak dan TV.

Dalam 1 menit di seluruh dunia, 3,5 miliar orang melihat google, Instagram 46.200 ribu, tweetter 452 ribu, Facebook hampir 1 juta yang log in dalam 1 menit.

Dengan adanya internet transformasi terjadi di sektor pendidikan, budaya dan sosial.

Harus pahami bahaya tersembunyi dalam memanfaatkan internet, cyber bullying, cyber fraud atau hoax, cyber stalking, cyber gambling dan porn.

“Hoax paling banyak 91,8 persen masalah sosial politik, 88,6 persen SARA dan 41,2 persen kesehatan berdasarkan survei Mastel 2017,” tambahnya.

Sebaran hoaks dari medsos yang paling banyak 92,4 persen, aplikasi Chat 62,8 persen situs Web 34,9 persen, TV 8,7 persen, media cetak 5 persen, email 3,1 persen dan radio 1,2 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *