Serunya Ikuti Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan

Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan diikuti oleh 550 peserta. (Foto: Dispen Kolinlamil)

Jakarta- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2019 Kementerian Sosial bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada I dan Lantamal IV mengadakan kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan.

Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan (JKK) merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Pahlawan 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 23-25 Oktober 2019.

JKK bertujuan untuk lebih mengenalkan Indonesia kepada generasi muda sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia.

Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap tanah air serta menanamkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh sejak jaman dahulu sebagai pelaut yang ulung seperti Suku Bugis yang terkenal dengan perahu phinisi yang telah berhasil mengarungi samudera luas dan negara kepulauan terbesar di dunia.

“Melalui kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan ini diharapkan dapat dijadikan suatu sarana untuk mempertebal rasa nasionalisme di kalangan generasi muda”, harap Mensos.

Dalam amanat tertulisnya Mensos mengatakan Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan ini merupakan kegiatan strategis dalam rangka penanaman dan pewarisan nilai kepahlawanan antar generasi untuk menjaga eksistensi bangsa pada persaingan global yang semakin ketat di tengah derasnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0.

Dukungan Kolinlamil

Kapal perang Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh 593 mendukung kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan (JKK) di Mentigi, Tanjung Uban, Bintan Kepulauan Riau, Kamis (24/10).

Acara ini diikuti 550 orang peserta berasal dari pelajar SMA, Pramuka Saka Bahari, Mahasiswa, Organisasi Kepemudaan, Panti Asuhan, Pesantren, Pilar-pilar Sosial serta Paskibra Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan.

KRI Banda Aceh 593 merupakan kapal perang ketiga yang mendukung kegiatan bagi generasi muda dalam mengingat perjuangan para pahlawan ini. Sebelumnya pada 2017, peserta berlayar dari Dermaga Ujung Surabaya-Batu Poron Bangkalan, dengan menggunakan KRI dr. Soeharso-990, yang berfungsi sebagai kapal rumah sakit, kemudian yang kedua di Makasar pada tahun 2018, menggunakan KRI Makasar-590 yang di fungsikan bidang operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

Panglima Kolinlamil Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono, menyatakan bahwa kapal perangnya selalu siap mendukung pergeseran personel maupun material yang bersifat Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai dengan tugas pokoknya.

Rute jelajah pelayaran JKK ini mulai dari Dermaga Mentigi Tanjung Uban kemudian ke Selat Singapura lalu ke perairan Pantai Sakera kapal lego mengeluarkan kapal sekoci untuk kegiatan Bakti Sosial di Pantai Sakera, lalu berlayar kembali ke Selat Singapura dan berakhir di Dermaga Mentigi Tanjung Uban.

Selama dalam pelayaran, para peserta mendapatkan pembekalan dan materi tentang Sejarah Perjuangan di Kepri, lalu ada pemberian Materi sejarah Kemaritiman, kemudian materi tentang nilai-nilai Kepahlawanan dari keluarga Pahlawan serta masih banyak lagi kegiatan yang dapat memberikan jiwa Nasionalisme dan Kepahlawanan yang tinggi bagi kaum muda sebagai gernerasi penerus bangsa.

Selain itu para peserta juga dihibur dengan acara peragaan busana atau seragam TNI AL yang dilakukan para awak KRI, sekaligus sebagai penambah wawasan tentang tentang KRI Banda Aceh 593 dan tata tertib di kapal.