Tekankan Kebangkitan Doktrin Cakrawala Mandala Dwipantara di Hari Nusantara

Sejak tahun 2001, berdasarkan surat Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001, bahwa setiap tanggal 13 Desember dinyatakan sebagai “Hari Nusantara”, dan resmi dinyatakan sebagai hari perayaan nasional.

Hari Nusantara merupakan perwujudan dari Deklarasi Djuanda. Melalui deklarasi tersebut, Indonesia merajut, mempersatukan kembali wilayah dan lautannya yang luas, menyatu menjadi kesatuan yang utuh, dan berdaulat.

Deklarasi Djuanda yang menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri, sejak dahulu kala kepulauan Nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan, dan ketentuan ordonansi TZMKO 1939 tentang batas laut dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Sehingga deklarasi tersebut mengandung suatu tujuan yaitu untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat, menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara Kepulauan dan mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI.

Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember ini, merupakan penegasan, dan pengingat bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia.

Seperti yang di katakan Kolonel Bakamla Salim, dalam memperingati Hari Nusantara ini, Ia menegaskan agar doktrin Cakrawala Mandala Dwipantara sebagai wujud kembalinya kejayaan maritim nusantara di abad 21 dapat di bangkitkan kembali.

Menurutnya dalam momentum Hari Nusantara tersebut, Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak harus terus konsisten untuk melanjutkan pembangunan maritim untuk kemakmuran rakyat.

Budaya bahari atau maritim yang menjadi ruh dari deklarasi tersebut merupakan bagian terpenting ketika kita ingin mengulangi kejayaan bahari Nusantara masa lalu. Salim menyatakan budaya adalah pangkal dari pola aktivitas kehidupan manusia

“Mari kita semua menggelorakan budaya bahari, budaya yang merupakan cultural destiny kita, mari kita semua mengoptimalkan sumber daya dan perairan laut kita sebagai penyatu ekonomi, penyatu persatuan dan kesatuan kita” jelasnya.

Ia juga menaruh perhatian serta harapannya agar Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap utuh, oleh karena itu, menjaga keutuhan kedaulatan maritim Indonesia adalah hal yang mutlak dan harus dipertahankan oleh seluruh warga negara ini.

“Mari kita pelihara laut dengan tulus dan ikhlas, sehingga anak-cucu kita juga dapat menikmati dan memanfaatkannya secara lestari” ungkap penulis buku My Fish My Life ini.

Ia berharap semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberikan rahmat atas anugrah bumi kepulauan nusantara yang Elok, Indah, dan Makmur.