Danlantamal IV Tanjungpinang Lakukan Penanganan Lokasi Wisata Terdampak Limbah Minyak Hitam

Danlantamal IV Tanjungpinang saat mengunjungi lokasi wisata Lagoi Bintan Utara yang terdampak limbah minyak hitam (Foto: Puspen TNI)

TANJUNGPINANG, Kepulauan Riau — Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang,  Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., turut meninjau langsung lokasi yang terkena limbah minyak hitam di Kawasan Wisata Lagoi,  Bintan Utara, Kepulauan Riau, Selasa (21/01/2020).

Hadir dalam tinjauan limbah minyak hitam Plt. Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto, Danrem 033/WP, Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S.Sos., Danlanud RHF, Kolonel Pnb Andi Wijanarko.

Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P, mengungkapkan bahwa pencemaran di Perairan Pulau Bintan merupakan kesengajaan.

“Saya menilai pencemaran limbah minyak hitam (sludge oil) di Perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau merupakan adanya unsur kesengajaan. Limbah tersebut berasal dari wilayah Out Port Limite (OPL) di perairan perbatasan antara Provinsi Kepri, Singapura dan Malaysia yang dibuang secara sengaja oleh kapal-kapal pada saat musim utara. Imbasnya, kini bekas kotoran oli itu terbawa arus dan mencemari kawasan resort dan pantai yang ada di Pulau Bintan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya belum bisa mengidentifikasi kapal dari negara mana yang melakukan pembuangan limbah.

“Tapi kami belum mengidentifikasi kapal tersebut berasal dari negara mana. Menindaklanjuti persoalan itu, TNI Angkatan Laut sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan patroli di kawasan tersebut, namun aktivitas pembuangan limbah biasa dilakukan saat kapal patroli sudah kembali ke dermaga,” ungkapnya.

Tercemarnya kawasan pesisir di Kabupaten Bintan terhadap limbah minyak hitam beberapa waktu belakangan mengakibatkan para pengusaha wisata mengalami kerugian materil dan lainnya karena mengganggu kenyamanan pengunjung dan berdampak terhadap menurunnya kunjungan wisatawan.  Bahkan Club Med salah satu resort dan hotel di kawasan pariwisata Bintan Resorts Lagoi terpaksa menutup sementara aktivitas di pantai karena terganggu dengan limbah minyak hitam yang mengotori sepanjang pesisir pantai Lagoi.

Sebagaimana diketahui, pencemaran limbah minyak hitam sudah terjadi sejak November 2019 hingga saat ini. Selama periode tersebut, pihak wisata Lagoi sudah berkali-kali membersihkan limbah tersebut dan mengumpulkan 372 drum mulai dari November 2019 hingga Januari 2020.

Memasukkan Wadah dan Menebar Jaring di Sepanjang Pantai

Sementara itu, Plt. Gubernur Kepri, Isdianto, menyampaikan bahwa, upaya penanganan limbah di Pantai Lagoi sudah dilakukan oleh petugas pertamanan dan kebersihan pantai yang mensterilkan pesisir pantai dari limbah minyak berwarna hitam dengan memasukkan ke wadah yang telah disediakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan.

Sebagai langkah penanganan ke depan, pemerintah daerah setempat akan menebar jaring di sepanjang garis pantai terdampak limbah minyak, untuk menghentikan atau paling tidak meminimalisasi cemaran limbah banyak di Pulau Bintan.

“Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan tersebut, karena persoalan limbah minyak hitam ini terus terjadi setiap tahun pada musim angin utara. Untuk itu, penanganan limbah minyak hitam ini perlu penanganan serius baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan melibatkan instansi yang terkait,” tegasnya.