Kapal Alugoro Jalani NDD, Siap Digunakan pada Desember 2020

Kapal selam Alugoro saat menjalani NDD (Foto: PT PAL)

BANYUWANGI, Jawa Timur − Kapal selam pertama karya anak bangsa Alugoro dengan nomor lambung 405, yang menjalani rangkaian uji coba di Banyuwangi, berhasil menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro, dan dalam uji coba tersebut Kapal Selam Alugoro, sukses menyelam hingga kedalaman 250 meter.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero), Satriyo Bintoro, pada Selasa (21/1/2020) mengungkapkan,  tahapan NDD ini sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90% proses pembangunan kapal selam telah berhasil.

“NDD adalah tahapan penting dalam kapal selam, karena jika berhasil menyelam dibatas nominal penyelaman yakni 250 meter, bisa disimpulkan pembuatanya sukses,” ungkapnya.

Tahapan NDD Kapal Selam Alugoro ditinjau langsung oleh Kadislaikmatal, Laksma Rachmad Hartoyo, Project Officer Kemha,  Laksma Listiyanto yang didampingi oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh dan Executive Vice President DSME, Su Joon Yoo.

Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari Batch Pertama kerjasama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan dan saat ini telah dioperasionalkan. Dua kapal selam tersebut adalah KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404.

Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Kapal selam tersebut sepenuhnya dibangun di Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Dalam pengerjaan joint section PT PAL Indonesia (Persero) berhasil menyelesaikan dengan predikat zero defect. Launching atau peluncuran serta pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero).

Digunakan pada Desember 2020

Kapal Selam Alugoro menjalani berbagai proses pengujian seperti Harbour Acceptance Test (HAT), SAT, dan direncanakan akan  diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.

Kapal selam tersebut memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. Kegiatan SAT dilaksanakan di perairan utara Pulau Bali yang merupakan area latihan TNI AL serta memiliki kedalaman laut yang memadai. Selama pengujian Kapal Selam Alugoro dikawal oleh KRI RE Martadinata-331.

Selama pelaksanaan SAT, Kapal Selam Alugoro menggunakan Dermaga APBN, Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi sebagai sarana dan fasilitas berlabuh.