Tahun 2020, KKP Targetkan Produksi Rumput Laut 10,99 Juta Ton

Target produksi rumput laut di tahun 2020 dan peta jalan industrialisasi 5 tahun kedepan. (Grafis: instagram KKP)

Di tahun 2020 ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut sebesar 10,99 juta ton, angka ini meningkat dibanding angka sementara volume produksi pada tahun 2019 sebanyak 9,9 juta ton.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan KKP terus berkomitmen dalam meningkatkan nilai ekspor rumput laut guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, tentunya dengan berbagai strategi yang sudah disiapkan.

“KKP telah menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut dalam peta jalan (road map) industrialisasi rumput laut nasional hingga lima tahun mendatang, hal ini untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan baku dan kualitas rumput laut terus terjaga baik untuk ekspor maupun memenuhi kebutuhan dalam negeri,” jelasnya.

Peta jalan tersebut meliputi ekstensifikasi potensi lahan, penataan tata niaga di level hulu dan penguatan kelembagaan, intensifikasi pengembangan bibit rumput laut dengan inovasi teknologi, dan pembanfaatan ruang usaha.

Komitmen Bersama

Hal ini senada dengan komitmen Presiden Jokowi untuk mengandalkan industrialisasi rumput laut nasional menjadi langkah positif dan strategis. Kominten Presiden tersebut dibuktikan dengan telah menetapkannya

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 tahun 2019 tentang Roadmap Industrialisasi Rumput Laut Nasional.

“Perpres ini menegaskan komitmen Presiden terhadap pengembangan rumput laut nasional dan ini jadi acuan tanggungjawab masing masing sektor terkait. KKP dalam hal ini Ditjen Perikanan Budidaya, bertanggungjawab dalam menjamin ketersediaan bahan baku industri melalui percepatan peningkatan produksi di hulu. Kami pastikan bahwa KKP telah menyiapkan berbagai strategi untuk menggenjot produksi,” tegasnya.

Slamet menjelaskan bahwa percepatan industrialisasi rumput laut bukan lagi tanggungjawab sektoral, tetapi menjadi prioritas nasional sehingga ada keterlibatan lintas sektor.

Menurutnya selama ini rumput laut masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 60,7 persen terhadap total produksi perikanan budidaya nasional.

Sebagaimana diketahui Indonesia memiliki daya saing kompararif tinggi karena letak geografis sebagai bagian dari segi tiga karang dunia, dimana 550 jenis rumput laut dunia ada di Indonesia. Untuk rumput laut ekonomis tinggi seperti Eucheuma cottoni, Indonesia diperkirakan memiliki potensi nilai ekonomi hingga mencapai USD10 milyar per tahun.