Keamanan Maritim Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kolonel Bakamla Salim saat memaparkan mengenai ancaman keamanan Maritim. (Foto: Kolonel Bakamla Salim)

Permasalahan mengenai kejahatan maritim saat ini telah menjadi perbincangan internasional, sebab tindak kejahatan ini tidak hanya mencakup pada satu negara melainkan lintas negara (transnational crimes).

Pelakunya pun terorganisir secara rapih meliputi kelompok-kelompok yang terdiri lebih dari satu negara. Sampai hari ini, laut masih menjadi jalur perdagangan yang strategis.

Salah satu penyebab maraknya kejahatan maritim disebabkan juga karena semakin ramainya kegiatan perekonomian yang ada di laut.

Kejahatan maritim merupakan sebuah ancaman yang sering terjadi di wilayah laut Indonesia dan mengganggu jalur transportasi laut baik dalam hal perdagangan, pelayaran maupun kegiatan eksploitasi sumber daya laut seperti penangkapan ikan.

Seperti yang dikatakan oleh Kolonel Bakamla, Salim, menurutnya tantangan utama ancaman keamanan maritim yang dihadapi saat ini adalah selain kejahatan transnational crime juga berkembangnya modus pola operandi kejahatan maritim yang mengakibatkan sulitnya para penegak hukum untuk menghadapinya.

“Misalnya kasus illegal fishing yang sering dilakukan oleh negara asing di wilayah laut Indonesia yang menyebabkan kerugian negara,” kata pemilik website Rajasamudera.com ini.

Kasus Illegal fishing yang terjadi di laut Indonesia didominasi oleh kapal-kapal penangkapan ikan asing. Kemudian penyelundupan barang-barang ilegal. Penyelundupan tersebut meliputi manusia, kayu, BBM, narkoba, miras, hewan, dan barang.

Ancaman-ancaman ini selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga berdampak pada citra Indonesia di dunia Internasional. Indonesia harus mulai berbenah demi mewujudkan laut yang aman bagi semua, apalagi dengan digaungkannya visi Poros Maritim Dunia, tentunya keamanan maritim menjadi prioritas jika ingin mewujudkan visi tersebut.

Sinergisitas antar instansi

Penulis buku “Kodrat Maritim Nusantara” ini menambahkan, ancaman keamanan laut tidak bisa diatasi oleh satu negara atau instansi, butuh kerjasama antar negara dan antar instansi terkait. Dibutuhkan sistem pengawasan maritim nasional yang terintegrasi dalam satu komando dan pengendalian pengambilan keputusan.

“Oleh karena itu kita harus meningkatkan cooperation, colaboration, coordination and deconfliction dengan mengedepankan saling percaya dan saling menghormati karena ancaman yang kita hadapi adalah sama dan kita tidak mungkin bisa mengatasinya sendiri, diperlukan kerja sama antar instansi maupun antar negara,” tegasnya.