Harjo Susmoro: Mewujudkan Indonesia Menjadi Poros Maritim Itu Sangat Penting

Kepala Pushidrosal, Laksamana Muda (Laksda) TNI Harjo Susmoro dalam bukunya yang berjudul “The Spearhead of Sea Power” .

Cita-cita mewujudkan Negara Maritim dalam visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia hampir melewati lima tahun pertamanya. Berbagai tantangan muncul, karena sekian waktu sebelumnya, kebijakan nasional Indonesia lebih berbasis pada daratan daripada lautan.

Aneka rupa tantangan dalam Tujuh Pilar Poros Maritim Dunia menyisakan persoalan serius tentang kurangnya apresiasi para pemangku kepentingan terhadap arti penting hidrografi. Selama ini, hidrografi dianggap sebelah mata, karena jamak dipahami, hanya merupakan peta laut.

Pada kenyataannya, Tujuh Pilar Poros Maritim Dunia mustahil terlaksana tanpa peran hidrografi. Data hidrografi yang mutakhir, akurat, terpercaya, dan modern dibutuhkan dalam setiap kebijakan pembangunan kemaritiman.

Beberapa tahun terakhir, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus berkomitmen menjadi Lembaga Hidrografi Nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan terbaik di dunia. Secara strategis, dengan hidrografi, Pushidrosal bertekad menjadi ujung tombak visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Kepala Pushidrosal, Laksamana Muda (Laksda) TNI Harjo Susmoro dalam bukunya yang berjudul “The Spearhead of Sea Power”  mengatakan, selama ini peran pentingnya penggunaan data dan pemetaan hidrografi dan oseanografi yang di miliki oleh Pushidrosal masih belum di pahami secara penuh oleh para stakeholder – stakeholder yang membidangi maritim.

Untuk itu pihaknya akan terus melakukan safari Pushidrosal ke Pangkalan TNI AL bersama stakeholder bidang Maritim yang ada di daerah tersebut agar dapat memahaminya.

Menurutnya perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat startegis, karena sebagai Sea Line of Communication (SLOC) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia dipersilangan dua samudera dan dua benua.

Kapushidrosal menambahkan, Poros Maritim ini akan dapat terwujud jika penggunaan data hidrografi dan oseanografi bisa dikuasai secara penuh, karena bukan hanya sebagai peta laut namun juga sebagai kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak dalam pertahanan negara.

“Inilah yang selalu saya sampaikan dalam setiap kesempatan bersosialisasi tentang hal ini untuk mengingat kesadaran para stake holder dan rakyat Indonesia bahwa betapa pentingnya data Hidrografi dan Oseanografi agar jangan sampai jatuh ke tangan asing atau jangan sampai dikuasai oleh orang asing dari negara lain,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa penggunaan data hidrografi dan oseanografi bukan saja di gunakan oleh nasional, namun juga dipakai untuk kepentingan Internasional, karena itu adalah kewajiban negara untuk memberikan informasi data hidrografi dan oseanografi.

“Peta Laut Indonesia yang termutakhirkan datanya akan memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia, sehingga distribusi ekonomi akan cepat dan mudah tersebar ke seluruh pelosok tanah air” jelasnya.

Tertarik dengan buku karyanya atau buku-buku lainya, silahkan kunjungi website pandivabuku.com atau bisa pesan melalui nomer WA 085743899713, serta bagi yang menginginkan versi e-booknya bisa kunjungi laman ini “The Spearhead of Sea Power”.