Wujudkan SDM Surveyor Hidro-Oseanografi, Pushidrosal Lakukan Sertifikasi Profesi

Uji sertifikasi kemampuan hidrografi oleh Pushidrosal (Foto: Pushidrosal)

Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (LSP Pushdirosal) menggelar uji sertifikasi profesi di long room perwira Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara.

Kegiatan yang digelar selama 4 hari ini terhitung mulai tanggal 16-19 Maret 2020, dibuka oleh Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Pushidrosal Kolonel Laut (P) Amril selaku Direktur LSP P2 Pushidrosal.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menindaklanjuti amanat UU No.4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG) bahwa pelaksanaan IG yang dilakukan oleh perorangan, kelompok orang maupun badan usaha harus memenuhi kualifikasi tertentu melalui proses sertifikasi. Pada Tanggal 16 Januari 2018 LSP Pushidrosal telah memperoleh Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi (BNSP) berdasarkan Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Pushidrosal.

Menurut Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Pushidrosal memiliki fungsi strategis di dalam pembangunan nasional sehingga sudah selayaknya diperlukan adanya sertifikasi bagi personel pengawaknya.

”Uji sertifikasi ini dilakukan guna memastikan kompetensi dan untuk mewujudkan SDM surveyor hidro-oseanografi yang handal dan berkualitas,” terang Kapushidrosal.

Dari rilis Pushidrosal yang diterima maritimeobserver.com, pada tahun 2019 lalu, LSP P2 Pushidrosal telah melaksanakan uji sertifikasi kompetensi untuk Skema Pengukuran Kedalaman Perairan sebanyak 30 personel. Pada tahun ini Pushidrosal juga berencana akan melaksanakan uji sertifikasi kompetensi sebanyak 100 personel.

Adapun pada tahun 2020 LSP P2 Pushidrosal akan menambah 3 skema untuk diajukan kepada BNSP adalah Skema Operator Madya Survei Hidrografi, Skema Teknisi Madya Hidrografi dan Skema Teknisi Muda Hidrografi.

Kegiatan Uji Sertifikasi Kompentensi Pushidrosal tahun 2020 diawali pada bulan Maret 2020 dengan jumlah personel sebanyak 15 orang.

Pencapaian tugas Pushidrosal tersebut tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi tulang punggung dalam mengemban tugas dan fungsi di bidang milter-pertahanan, pelayanan public, penelitian kelautan aspek hidrografi dan oseanografi sertaj.jh diplomasi batas maritim sebagai institusi hidrografi di IndonesiA yang tetap memiliki rantai komando dengan TNI Angkatan Laut.