Impian Besar Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia

Menuju Poros Maritim Dunia. KOMINFO

Katanya, mimpi itu bisa jadi kenyataan. Namun, mungkinkah hal itu terjadi? Beragam mimpi, dengan kategori baik dan kurang baik (mimpi buruk). Sebagai manusia biasa, harapan besar setiap mimpi baik dapat terwujud. Namun bagaimana dengan mimpi buruk? Terang saja, setiap orang berupaya mimpi tersebut tidak terwujud.

Lalu bagaimana dengan memimpikan Indonesia pemilik tol laut? Hal ini sah-sah saja, dan seharusnya tugas pemerintah mewujudkan impian tersebut. Kabar baiknya, ternyata impian tersebut juga termasuk bagian visi presiden yang akan direalisasikan di masa mendatang. Harapan besar dari bangsa Indonesia akhirnya akan terwujud, beberapa waktu mendatang.

Istilah tol laut juga dapat disebut dengan istilah poros maritime. Keuntungan yang dirasakan negara ini bila memiliki tol laut adalah memudahkan konektivitas barang dan jasa antar pulau besar maupun kecil melalui laut dengan waktu cepat dan biaya murah. Memang diakui untuk mewujudkan hal itu tidak mudah, karena membutuhkan waktu, teknologi, sumber daya manusia, komitmen, konsistensi serta biaya yang tidak sedikit.

Terwujudnya tol laut penting direalisasikan. Banyak manfaat yang bisa dirasakan, antara lain distribusi barang lebih lancar dan merata, arus pelayaran menjadi lancar dan cepat, biaya transportasi lebih murah, dan massal.

Namun tidak dapat dipungkiri, untuk mewujudkan tol laut butuh biaya besar, karena pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarana maritim yang memadai, seperti industri galangan kapal, docking, pelabuhan, dan fasiltas pendukung lainnya. Sarana yang harus disiapkan antara lain, kapal atau armada laut (niaga, penumpang, pesiar, tanker, logistik, dan lainnya), termasuk kapal patroli keamanan dan keselamatan pengatur lalu lintas laut.

Sumber daya manusia juga perlu disiapkan. Karena untuk menjadi pelaut-pelaut yang profesional seperti nakhoda, kepala kamar mesin, dan anak buah kapal (abk) juga membutuhkan keahlian khusus. Jumlahnya pun harus memadai sesuai armada laut yang ada, tentu akan dibutuhkan tenaga kerja yang banyak.

Oleh karena itu pemerintah semaksimalkan mungkin menyiapkannya terlebih dahulu. Padahal untuk menumbuhkan dan menjadikan sumber daya manusia yang memiliki minat tinggi dan mampu bekerja di laut juga tidak mudah. Bekerja di laut bukan pekerjaan pilihan utama, kecuali dengan insentif atau kompensasi gaji yang memadai. Upaya lain yang perlu dilakukan, pemerintah dapat memperbanyak atau menyiapkan lembaga pendidikan berbasis maritim dari tingkat SLTA sampai Perguruan Tinggi. Kenyataan saat ini, persiapan kurang matang, bidang jurusan kelautan masih minim jumlahnya.

Gagasan tol laut dimaksudkan untuk membantu menyamaratakan atau menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok masyarakat yang tinggal di luar pulau Jawa, puluhan ribu pulau kecil dan besar di seluruh Indonesia seperti Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya. Langkah ini sebagai bentuk komitmen pemerintah melaksanakan pemerataan pembangunan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional yang adil di seluruh wilayah Indonesia. Untuk mewujudkan tol laut atau poros maritim ternyata butuh infrastruktur yang memadai.

Digagasnya poros maritim atau tol laut bertujuan dapat memberi kemudahan pelayanan pengguna jasa maritim, sehingga dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya, sekaligus memberi akses niaga ke beberapa regional kelancaran dan percepatan sampainya barang yang akan didistribusi.

Dalam membangun infrastruktur laut yang lebih memadai, diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar daerah, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah secara merata.

Lalu lalang kapal-kapal laut akan semakin nyata mengangkut barang-barang dari daerah barat ke timur, dan sebaliknya. Dengan begitu tidak akan terjadi disparitas harga di berbagai daerah. Harapan besarnya, stabilitas harga barang maupun komoditas antar daerah dapat terjaga, sehingga disparitas harga tidak terlalu tinggi antara wilayah satu dengan wilayah lainnya.

Untuk menumbuhkan daya tarik penggunaan jasa transportasi laut, beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas yang lebih lengkap. Kecepatan kapal atau service mesin juga harus mendapatkan perhatian lebih, jika kecepatan kapal bisa lebih cepat, pengguna jasa transportasi di laut akan lebih diminati banyak masyarakat.

Selama ini, kirim barang menggunkan jasa kapal laut, tergolong service lama atau lambat. Padahal masyarakat saat ini mayoritas lebih suka hal-hal yang serba cepat. Utamanya untuk distribusi barang-barang yang cepat mengalami penurunan kualitas seperti ikan, buah-buahan, dan sayur-sayuran segar. Waktu tunggu barang dan pelayanann kapal (dwelling time) juga lebih cepat.

Gagasan ini, juga dapat didukung dengan kampanye secara tegas dan resmi dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

Arti penting gatra maritim berpengaruh besar bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, kita harus membangun kalautan berbasis inovasi yang inklusif dan ramah lingkungan, menyinergikan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) pendekatan hankam (security and defence approach), mengembangkan kerja sama regional, dan internasional yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *